Tim PON Papua harus benahi lini tengah dan perbanyak variasi serangan

papua-tim-pon-sepakbola
Tim PON Papua - Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tim sepak bola PON XX Papua 2021 telah memenangkan dua laga ujicoba, masing-masing pada 20 Oktober dan 23 Oktober di Stadion Utama Lukas Enembe di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Pertandingan ujicoba pertama tim Papua menang dengan skor tipis 1-0 dan kemenangan kedua 4-0.

Pertandingan persahabatan ini bukan menjadi indikator sebenarnya karena pemain belum mengeluarkan semua kemampuannya guna mencegah adanya cedera parah dalam laga ujicoba.

Bagi pelatih tim PON Jawa Timur, Rudy William Keltjes, laga uji eksibisi ini hanya menambah jam terbang anak asuhnya agar lebih mantap dalam laga sesungguhnya. Bagi mantan pelatih Persipura ini, jam terbang dan pengalaman bertanding sangat penting untuk mengasah kerja sama tim dan bermain lepas.

“Kita akan tetap bermain lepas saja dan kita tidak memikirkan kemenangan. Toh, tim Papua kan anak-anak saya juga. Kita jadikan laga uji coba ini untuk saling berbagi pengalaman saja,” ujar Keltjes kepada Jubi, Kamis (22/10/20).

Pendapat Keltjes ini ada benarnya. Agar tim PON Papua di bawah asuhan Eduard Ivakdalam ke depan dapat bersiap diri menghadapi laga sesungguhnya nanti di PON XX/2021. Apalagi tim sepak bola PON Papua sudah mematok juara meraih medali emas.

Tak lupa pula, pelatih Keltjes mengingatkan tim PON Papua agar mampu menahan emosi hingga jangan sampai permainan menjurus kasar. Laga eksibisi antara tim PON Papua dan Jawa Timur jelas memperlihatkan permainan keras dari anak-anak asuhan Ivakdalam dan juga lebih mengandalkan skill individu yang lebih menonjol.

Loading...
;

Baca juga: Usai laga eksibisi, Tim Papua dan Jatim ketiban rezeki Rp200 juta

Meski Keltjes melemparkan tudingan soal emosi, buktinya tim Jawa Timur harus bermain dengan 10 pemain, gara-gara pemain nomor punggung 18, Burhan Afliudin, pemain belakang tim Jatim, kena kartu merah dan harus keluar lapangan menjelang akhir babak pertama.

Jika Ricky Cawor dan kawan kawan bermain lepas serta lebih mengandalkan umpan satu dua, justru akan lebih matang dalam menyusun serang ke gawang lawan. Pertandingan eksibisi kedua, 23 Oktober 2020, tim asuhan Eduard Ivakdalam lebih banyak mengandalkan umpan lambung menuju sisi kiri pertahanan tim Jawa Timur.

Peran sentral lini tengah tim PON Papua tidak begitu menonjol, bahkan kalah dalam perebutan bola di lini tengah, yang justru lebih banyak dikuasasi oleh tim tamu asal Jawa Timur.

Kesalahan seperti salah umpan, control, dan passing juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim PON Papua guna merebut medali emas. Jarak antar pemain terlalu jauh hingga terkadang passing bola bisa direbut tim lawan.

Seandainya peran lini tengah diperkuat, tentunya Ricky Cawor dan teman-teman punya banyak taktik dan strategi dalam menggedor gawang lawan. Mereka lebih banyak mengandalkan satu serangan dan kurang bervariasi. Misalnya umpan lambung ke lini depan dan serangan balik bisa saja gagal kalau lawan cepat menutup ruang gerak pemain depan maupun lini tengah.

Tim PON Papua sebelumnya telah melakukan ujicoba melawan eks tim PON 2014 yang diperkuat Gunansar Mandowen dan kawan-kawan. Begitu pula melawan tim Divisi I Persewar Waropen di Stadion Mahacandra Universitas Cenderawasih, beberapa waktu lalu.

Pelatih Eduard Ivakdalam sendiri mengakui kalau ujicoba penting untuk menambah jam terbang dan melihat kelemahan tim untuk segera dilakukan evaluasi. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top