Follow our news chanel

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua, tim saber pungli, tes rapid di bandara jayawijaya
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw saat memberikan keterangan pers - Jubi/Alex

Tim Saber Pungli Polda Papua amankan empat petugas rapid tes Jayawijaya

 

Papua No.1 News Portal

Jayapura, JubiTim Saber Pungli Polda Papua mengamankan empat petugas rapid tes Kabupaten Jayawijaya, yang sehari-hari menjalankan tugas di Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Rabu (20/10/2020) Pukul 10.30 WIT.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dipimpin langsung Irwasda Polda Papua Alfred Papare selaku Ketua Tim Saber Pungli itu, mendapat barang bukti uang sebesar Rp15 juta lebih, buku registrasi, buku absen petugas, kuitansi serta hasil rapid yang dilakukan hari itu.

“Keempat orang yang diamankan yakni yakni HP seorang dokter (46 tahun), Y tenaga medis (35 tahun), RS (tenaga administrasi), dan RL (33 tahun). Kini semua dalam pemeriksaan tim saber, hanya saja tidak ditahan,” kata Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw di Jayapura, Kamis (22/10/2020).

Penangkapan diawali adanya pengaduan masyarakat yang merasa keberatan, perihal tes cepat (rapid) bagi penumpang tujuan Jayawijaya yang dipatok harga 250 ribu per orang.

“Masyarakat menganggap mekanisme pembayaran rapid yang terlalu tinggi. Bahkan ada yang sudah memiliki hasil swab tapi tidak diakui oleh satuan tugas yang ada di bandara,” jelasnya.

Selain itu, dasar dilakukan operasi itu karena sudah ada surat edaran dari Kementerian Kesehatan Nomor 2875 tahun 2020 tentang pembatasan tarif tertinggi rapid tes, yang mana disebutkan nilai tertinggi adalah Rp150 ribu per orang.

Loading...
;

“Jadi kesan di masyarakat mereka dipaksa atau diwajibkan, bahkan ada penerbangan yang seharusnya bisa singgah Wamena, namun diharuskan melewati satu pintu, yakni Bandara Sentani lebih dulu,” katanya.

Saat ini keempat orang tersebut sedang menjalani pemeriksaan, dan sementara dikategorikan penyelenggara negara sehingga pasal yang dikenakan di unsur pasal 12 e Undang-undang 31 tahun 1999 yang sudah diubah menjadi Undang-undang 20 tahun 2021 tentang tindak pidana korupsi.

“Dalam undang-undang tersebut disebut, pejabat penyelenggara negara dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain melawan hukum dengan menyalahgunakan kekuasaannya, kemudian memaksa seseorang memberi sesuatu atau membayar atau menerima pembayaran atau melakukan potongan terhadap pembayaran atau melakukan pekerjaan untuk pribadinya di pidana 6 tahun,”.

“Ini juga mengadopsi Pasal 423 KUHP yang sudah dikolaborasi atau dilebur dan masuk dalam Pasal 12 e undang-undang Tipikor,” jelasnya.

Kapolda Waterpauw berharap, dengan keberhasilan Tim Saber Pungli akan membuat ketertiban terutama dalam hal penentuan tarif terhadap penumpang yang akan keluar masuk wilayah Papua.

“Kasus ini akan kami kembangkan terus, saya yakin perbuatan ini sudah berlangsung lama padahal surat edaran dari Kemenkes sudah ada, tapi sepertinya ada unsur kesengajaan,”.

“Soal apakah mereka berjalan sendiri ataupun ada petunjuk, kita akan tunggu di penyidikan dari tim yang sedang bekerja. Intinya, kami akan tetap tegaskan hukum itu semaksimal mungkin demi kepentingan hukum, negara dan masyarakat ini,” tegasnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Scroll to Top