Follow our news chanel

Timsel KPU tak tahu asal rekomendasi yang diduga palsu

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Sekretaris Tim Seleksi (Timsel) calon anggota KPU Papua periode 2018-2023, Hans Kaiwai mengatakan, pihaknya tidak mengetahui siapa yang menyerahkan surat rekomendasi dari  Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua yang diduga palsu.

Ketika dihubungi Jubi via teleponnya akhir pekan kemarin, Hans Kaiwai mengatakan, pihaknya tidak tahu apa surat itu diserahkan langsung oleh beberapa oknum calon anggota KPU Papua yang namanya ada dalam surat itu, ataukah oleh pihak lain. 

"Rekomendasi itu tidak diserahkan langsung ke kami timsel, tapi melalui staf sekertariat. Staf kemudian menyerahkannya ke kami bersama berkas-berkas lainnya saat kami rapat, merekap semua masukan dan laporan masyarakat terkait calon anggota KPU yang mengikuti seleksi," kata Hans Kaiwai.

Menurutnya, timsel telah mengklarifikasi rekomendasi tersebut secara lisan ke Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Andrikus Mofu dan yang bersangkutan menyatakan ia tak pernah mengeluarkan surat itu.

"Dalam surat itu nama ketua sinode salah. Ditulis Hendrikus. Saya juga tahu, nama ketua Sinode GKI di Tanah Papua bukan Hendrikus,” ucapnya.

Katanya, yang diinginkan timsel bukanlah saran dan masukan masyarakat dalam bentuk rekomendasi dukungan. Namun rekam jejak mereka yang mengikuti seleksi, yang luput dari pantauan timsel.

Loading...
;

“Misalnya laporan masyarakat terkait ada calon yang diduga anggota partai politik dan ada SK-nya dari DPP, atau mantan anggota KPU yang diberhentikan tetap oleh DKPP. Tapi harus disertai bukti," ujarnya. 

Laporan masyarakat yang disertai bukti lampiran dan orang yang memberikannya jelas, akan menjadi perhatian timsel dan dapat mempengaruhi pertimbangan atau keputusan yang akan diambil.

Selain itu, bukti dari laporan masyarakat diperlukan agar ketika timsel tidak meloloskan seorang calon komisioner KPU, pihaknya memiliki alasan kuat saat calon itu komplain. 

“Kami tidak serta merta tidak meloloskan tanpa dasar. Saat kami umumkan hasil tes wawancara dan kesehatan lalu, kami undang calon yang tidak lolos untuk diberi penjelasan penyebab, mereka gugur," katanya.

Namun kata Kaiwai, ada beberapa pihak yang memberikan saran dan masukan berupa dukungan kepada calon anggota KPU tertentu. 

Meski begitu, saran (surat) yang bersifat rekomendasi dukungan untuk calon tertentu, tidak dijadikan timsel sebagai bahan pertimbangan utama. 

TK, salah satu calon komisioner KPU Papua yang namanya disebut ada dalam rekomendasi yang diduga palsu itu mengatakan, ia tidak memiliki hubungan emosional dengan pimpinan dan pengurus Sinode GKI di Tanah Papua, karena ia bukan anggota jemaat GKI, melainkan umat Katolik dari Keuskupan Jayapura.

"Saya sendiri kaget nama saya ada dalam rekomendasi itu," kata TK.

Menurutnya, surat rekomendasi yang dipermasalahkan itu, tidak berdampak pada penetapan dirinya sebagai satu dari 14 nama calon anggota KPU Papua yang akan direkomendasikan ke KPU RI. 

"Nama baik saya dirugikan dengan berita ini. Saya berharap pelaku atau oknum yang membuat rekomendasi palsu itu ditangkap dan diproses hukum," ucapnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top