Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Tindaklanjuti kesepakatan bersama, Pelni labuhkan kapal tujuan Jayapura di Sorong

KM. Ciremai – IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Larangan Kapal Pelni memasuki provinsi Papua yang disampaikan oleh Gubernur Papua usai rapat bersama dengan bupati dan wali kota di Jayapura, Selasa (3/24/2020) telah ditindaklanjuti oleh PT. Pelni. KM Ciremai, salah satu kapal milik Pelni yang tengah dalam perjalanan ke Manokwari untuk selanjutnya berlayar hingga pelabuhan terkahir di Jayapura telah dilabuhkan di Sorong.

“Benar. Kapal Ciremai yang sedang dalam tujuan ke Jayapura dilabuhkan di Sorong per hari ini. Untuk sementara kapal ini tidak bisa berlabuh di Jayapura. Ini sesuai dengan surat keputusan bersama kemarin (Selasa),” kata Kepala Pelni Jayapura, Harianto Sembiring kepada Jubi, Rabu (25/3/2020).

Meski demikian, Sembiring mengakui ia hanya memutuskan kebijakan untuk pelabuhan Jayapura. Sedangkan pelabuhan lainnya seperti pelabuhan Serui dan Biak bukan kewenangannya.

Sembiring menambahkan, keputusan melabuhkan KM Ciremai itu untuk membatasi pergerakan manusia sebagai upaya mangatasi penyebaran virus Covid-19 sesuai dengan surat kesepakatan bersama. Namun menurutnya, kapal barang tetap bisa berlayar hingga Jayapura.

“Saat ini status para penumpang yang tidak bisa melanjutkan perjalanan ke pelabuhan selanjutnya hingga pelabuhan terkahir di Jayapura sedang dinegosiasikan oleh Pelni di Sorong,” kata Sembiring menjelaskan nasib penumpang yang “terdampar” di Sorong.

Terkait dengan para penumpang yang telah membeli tiket kapal Pelni yang berlayar dari dan menuju Jayapura, Sembiring mengatakan Pelni akan mengembalikan uang mereka seratus persen.

Loading...
;

“Penutupan ini akan berlangsung hingga tanggal 9 april 2020,” kata Sembiring.

Gubernur Papua, Lukas Enembe usai rapat bersama dengan bupati dan wali kota se Papua dalam rangka kordinasi pencegahan, penanggulangan dan pengendalian virus Covid-19 mengatakan telah melarang kapal penumpang milik Pelni yang sering disebut sebagai “kapal putih” untuk masuk ke Papua.

“Kita tutup untuk sementara penerbangan dan pelayaran kapal penumpang di pintu-pintu masuk wilayah Papua, yaitu di bandar udara, pelabuhan laut dan Pos Lintas Batas darat Negara (PLBN),” kata Gubernur Enembe.

Untuk memberlakukan kebijakan ini, lanjut Enembe para pihak telah menandatangani Surat Kesepakatan Bersama usai rapat.

“Kebijakan ini akan berlaku mulai Kamis, 26 Maret 2020,” ujar Enembe. (*)

Editor : Victor Mambor

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top