Follow our news chanel

Titik evakuasi korban kecelakaan helikopter MI-17 sudah ditinjau ulang

Lokasi jatuhnya helikopter MI-17 milik TNI AD di Pegunungan Bintang, Papua - Dok.Pendam XVII/Cenderawasih
Titik evakuasi korban kecelakaan helikopter MI-17 sudah ditinjau ulang 1 i Papua
Lokasi jatuhnya helikopter MI-17 milik TNI AD di Pegunungan Bintang, Papua – Dok.Pendam XVII/Cenderawasih

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi ÔÇô Meskipun terkendala cuaca buruk, tim pencari berhasil meninjau ulang lokasi yang dipilih menjadi titik pendaratan tim evakuasi jenazah para korban kecelakaan helikopter MI-17 milik TNI dari tebing Pegunungan Mandala di Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Rabu (12/2/2020). Evakuasi jenazah korban kecelakaan helikopter yang hilang sejak 28 Juni 2019 itu akan melibatkan sedikitnya tiga helikopter TNI AD.

Danrem 172/PWY Kolonel Inf Binsar Sianipar menyatakan pihaknya telah meninjau ulang di lokasi yang dipilih menjadi titik pendaratan tim evakuasi. “Tadi pukul 7 pagi kami meninjau ulang, kami harapkan ini yang terakhir ke sasaran. Kami meninjau titik pendaratan, kemudian rute yang bisa kita gunakan pada saat evakuasi,” kata Sianipar di Jayapura, Rabu.

Helikopter MI-17 dengan Nomor registrasi HA-5138 milik Penerbad TNI AD hilang kontak saat melaksanakan misi penerbangan dari Bandara Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang ke Bandara Sentani Jayapura, pada 28 Juni 2019 lalu. Helikopter itu membawa 12 orang penumpang terdiri dari tujuh orang kru dan lima orang personil Satgas Yonif 725/WRG yang akan melaksanakan pergantian pos.

Sebelumnya helikopter tersebut melaksanakan misi pendorongan logistik ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. Setelah itu, MI-17 itu tak dapat lagi dihubungi dan dinyatakan hilang. Pencarian ulang dilakukan setelah foto puing helikopter viral di media sosial pada awal Februari. Pada Senin (10/2/2020), Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Herman Asaribab menyatakan pihaknya telah menemukan puing helikopter HA-5138 di Distrik Oksop.

Sianipar menyatakan proses evakuasi jenasah korban kecelakaan helikopter TNI AD itu akan melibatkan tiga unit heli Bell TNI AD. Sianipar menyatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan penerbangan swasta untuk mendapatkan bantuan tambahan helikopter jika dibutuhkan.

“Kita sudah koordinasi dengan seluruh pilot. Mudah-mudahan besok atau lusa, kalau cuaca bagus, kegiatan evakuasi bisa dilakukan. Baik itu mencari jenazah maupun barang-barang yang diperlukan untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan,” ujarnya.

Loading...
;

Ia mengakui proses evakuasi itu sulit dilakukan, karena berhadapan dengan cuaca lokal yang selalu berubah, dan kondisi medan di wilayah pegunungan Papua yang terjal dan sulit dijangkau. “Semoga besok diberikan cuaca yang cerah. Setidaknya kita diberi waktu dua jam saja, untuk mendrop pasukan,” katanya.

Sianipar menyatakan proses evakuasi itu satu SSK dari Batalyon Inf 751/Raider, serta tim kesehatan gabungan dari TNI , Polri, dan SAR. Para tokoh masyarakat juga membantu dengan mengerahkan masyarakat membantu tim pencari. “Kami sudah lakukan koordinasi dengan seluruh pihak, baik aparat TNI, Polri, pemerintah, dan pihak bandara. Tadi saat peninjauan terakhir kami juga membawa masyarakat yang mengetahui lokasi jatuhnya heli,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top