Follow our news chanel

TNI jamin terbuka proses hukum penembak Pendeta Yeremia

papua, kerukunan beragama, TNI
Ilustrasi TNI - tni.mil.id

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III TNI menyatakan siap terbuka memproses aparat yang diduga terlibat dalam penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua. Pernyataan itu terkait temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya menyebut ada dugaan kuat aparat TNI menembak pendeta Yeremia Zanambani.

“TNI tidak akan menutupi perilaku oknum aparat yang jelas-jelas melanggar hukum, aturan dan perintah-perintah dinas, karena ini merupakan komitmen pimpinan TNI menjadikan institusi yang taat hukum,” kata Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kol Czi IGN Suriastawa, Kamis (22/10/2020).

Berita terkait : Hasil temuan TGPF Intan Jaya, Mahfud : Selesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku 

Laporan TGPF Intan Jaya, Pendeta Yeremia tewas akibat tembakan aparat 

TGPF Intan Jaya mengaku periksa lebih dari 40 saksi

Suriastawa mengakui seluruh pihak memang wajib menghormati hasil temuan TGPF itu. “Nantinya proses hukum terhadap oknum aparat ini juga bisa diikuti siapa saja,” kata Suriastawa, menambahkan.

Loading...
;

Suriastawa menjamin jika proses hukum mulai berjalan semua pihak bisa mengetahui identitas hingga satuan dari aparat TNI yang terlibat tersebut.

“Proses hukum terhadap terduga oknum aparat mudah diikuti oleh semua pihak karena organisasi TNI/Polri sangat jelas. Identitas personel, kesatuannya jelas, komandonya jelas bahkan bila dilaksanakan persidangan, juga jelas mekanismenya,” kata Suriastawa menegaskan.

Meski begitu, Suriastawa mempertanyakan proses hukum terhadap pelaku yang berasal dari kelompok bersenjata. Sebab dalam temuan itu tiga orang korban lain yang terdiri dari dua anggota TNI dan satu orang warga sipil dipastikan tewas atas ulah kelompok tersebut.

Tak hanya itu, kelompok bersenjata, kata Suriastawa juga secara terang-terangan mengaku bahwa mereka bertanggung jawab atas insiden penyergapan dan penyerangan terhadap anggota TGPF saat melakukan investigasi lapangan awal pekan Oktober lalu.

“Bagaimana bila pelakunya KKB? Karena tidak jelas pelakunya, organisasinya dan lain-lain. Apalagi sesaat setelah penembakan TGPF, KKB mengaku bertanggung jawab sekaligus menolak keberadaan TGPF berikut hasilnya,” katanya.

Ia memastikan harus mendukung proses pro Justitia yang akan dilakukan oleh pemerintah, demi keamanan di Papua.

Tercatat TGPF Intan Jaya resmi menyerahkan hasil investigasi kepada Menko Polhukam Mahfud MD. Dalam temuannya, TGPF mengungkap dugaan keterlibatan oknum aparat dalam insiden terbunuhnya Pendeta Yeremia.

Meski begitu mereka juga menyebut bukan tidak mungkin ada keterlibatan oknum ketiga dalam insiden itu. Mahfud sendiri menyebut proses hukum akan dilakukan baik secara pidana maupun administratif yang berlaku di lembaga masing-masing. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top