Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

TNI, Polri, dan ASN diminta jaga netralitas

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Jajaran TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Papua diminta untuk menjaga netralitas dalam melaksanakan tugas dan pengabdian, dengan terus membangun komunikasi tidak hanya pada saat Pileg dan Pilpres saja tetapi dalam aspek pembangunan lainnya.

"Dalam penyelenggaraan pemerintahan di Papua, semua pihak harus terus membangun sinergitas antara semua komponen baik aparat keamanan sampai semua stakeholer serta aparatur pemerintah, sehingga tetap terjaga rasa nyaman dan damai," kata Asisten Bidang Umum Papua, Elysa Auri, di Jayapura, Selasa (30/10/2018). 

TNI, Polri, dan ASN diminta jaga netralitas 1 i Papua

Menurut ia, Pemerintah Provinsi Papua telah menurunkan berbagai regulasi ke kabupaten/kota, guna membangun kebersamaan baik ASN, TNI, dan Polri, dengan harapan seluruh masyarakat merasa nyaman, aman, dan damai serta sejuk. 

"Regulasi tersebut kami selalu dinamakan stabilitas untuk kabupaten/kota. Ini kami terus dorong agar dapat diimplementasikan oleh setiap kepala daerah kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan kepala kampung masing-masing distrik," ujarnya.

"Ini sangat penting dilakukan guna membangun kebersamaan dan sinergitas antara ASN, TNI, dan Polri, sehingga hal-hal yang menyangkut pemerintahan dapat diwujudkan bersama-sama,” sambungnya. 

Ditempat yang sama, Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin, meminta Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kepala Kampung untuk tidak telat mengelola isu yang berkembang di lingkungan masing-masing.

Loading...
;

Sembari memberikan contoh, di Wamena, ada seorang mama-mama yang dipukul oleh orang mabuk. Lalu yang menolong seorang kepala kampung. Tapi karena informasi palsu (hoax), justru yang disampaikan kepala kampung lah pelakunya dan akhirnya dibunuh.

"Nah, akibat salah informasi atau hoax ini akibatnya sangat fatal. Untuk itu, inilah pentingnya supaya tiga pilar baik Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun kepala kampung bisa kelola informasi dan tidak telat memprosesnya. Supaya kejadian seperti demikian bisa diminimalisir," kata Martuani.

Pada kesempatan itu juga, dirinya juga menyoroti hoax yang beredar di Jayapura, yakni kehadirian TNI/Polri di Pirime Kabupaten Lany Jaya, menyebabkan mama-mama Papua tak bisa berladang serta berjualan. Sementara anak-anak mereka tak bersekolah.

"Berita palsu yang sengaja dilemparkan oleh orang-orang yang tidak suka dengan perdamaian ini, ternyata tidak benar. Sebab setelah kami berkunjung ke Pirime, kondisinya tidak seperti yang diisukan. Isu-isu seperti ini yang harus segera ditindaklanjuit dengan cepat, tepat, dan akurat," ujarnya. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top