Follow our news chanel

Previous
Next

TNI/Polri mesti memperketat pengawasan penggunaan amunisi oleh anggotanya

Ilustrasi senjata api dan amunisi - Jubi. Dok
TNI/Polri mesti memperketat pengawasan penggunaan amunisi oleh anggotanya 1 i Papua
Ilustrasi senjata api dan amunisi – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Direktur Aliansi Demokrasi untuk Papua atau AlDP, Latifah Anum Siregar menyatakan institusi TNI dan Polri di Papua mesti memperketat pengawasan penggunaan amunisi oleh anggotanya di setiap kesatuan.

Ia mengatakan, memperketat pengawasan penggunaan amunisi merupakan salah satu upaya mencegah oknum-oknum TNI/Polri di Papua menjual amunisi secara ilegal.

Selain itu, ketika ada pihak yang ditangkap saat melakukan transaksi amunisi ilegal, institusi TNI/Polri dengan mudah menelusuri asal amunisi itu.

“Mulainya dari situ dulu. Ini transaksi amunisi ini sudah ramai sejak 2014 sebenarnya. Kalau kita lihat catatan setiap tahun selalu ada. Timika, Wamena, Jayapura itu kan daerah yang selalu ada peredaran amunisi,” kata Anum Siregar kepada Jubi, Kamis (16/1/2020).

Katanya, institusi TNI/Polri di Papua mesti mendata berapa banyak distribusi amunisi ke setiap kesatuan setiap bulannya ke Koramil, Kodim, Korem, Polsek, dan Polres.
Anum menilai, tidak relevan jika pendataan amunisi di setiap kesatuan dilakukan setahun sekali, enam bulan sekali, tiga bulan sekali atau dalam periode waktu tertentu.

“Istilahnya tidak rigit (tidak rutin). Mesti setiap bulan dicek. Stok amunisi untuk Polsek ini sekian, untuk Koramil ini sekian, untuk Kodim ini sekian. Maka dengan demikian bisa dicek (diketahui apakah amunisi berkurang atau tidak, dan dimanfaatkan untuk apa jika jumlahnya berkurang,” ujarnya.

Loading...
;

Dalam berbagai kasus transaksi amunisi yang diadvokasi Anum, sebagian besar klien yang ia dampingi hanya bertugas sebagai kurir. Diminta mengambil atau membawa amunisi untuk pembeli dengan imbalan uang.

Selain itu, cara lain yang digunakan dalam transaksi amunisi yang diduga melibatkan oknum aparat keamanan, ketika pembeli dan penjual berada di wilayah berbeda dengan jarak yang jauh, penjual mengantarkan langsung amunisi itu kepada pembeli.

Ia mencontohkan jika pembeli berada di Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan penjual berada di Jayapura, pembayaran dilakukan di Jayapura. Akan tetapi amunisi akan dibawa langsung oleh penjual ke Wamena.

“Oknum aparatnya ke Wamena dia yang bawa (amunisinya) supaya dia aman di X-Rey (bandara). Nanti di sana (Wamena), pembelinya mengganti biaya tiketnya (kepada penjual). Ini berbasis pada kasus yang ada dipersidangan. (Institusi TNI/Polri) Mesti lebih tertib dalam pendataan,” ucapnya.

Anum berpendapat, salah satu cara yang dapat digunakan aparat keamanan mengusut asal usul amunisi ilegal di Papua dengan mencari tahu jenis dan perusahaan yang memproduksi amunisi ilegal yang beredar di Papua.

Ia mencontohkan, jika ada aparat keamanan ditembak oleh kelompok tertentu, amunisi yang mengenai korban dapat diidentifikasi, untuk mengetahui apakah amunisi itu didatangkan (diproduksi) dari luar Indonesia ataukah merupakan jenis amunisi buatan PT Pindad Indonesia yang selama ini digunakan institusi TNI/Polri.

“Kan bisa diketahui kalau uji Laboratorium forensik, kan. Sebenarnya bisa dideteksi dengan mudah kok sehingga diketahui. Peredaran (amunisi) itu menjadi salah satu (penyebab) meningkatnya kekerasan (di Papua), karena itu tadi amunisi yang beredar salah satunya karena transaksi ilegal,” katanya.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada wartawan di Timika beberapa hari lalu mengatakan, pihaknya masih melacak dugaan penyelundupan senjata api dan amunisi dari luar negeri ke wilayah Papua.

“Dari Filipina juga masuk melalui Maluku Utara, kemudian ke Sorong Papua Barat lalu masuk ke Papua. Banyak jalan yang mereka gunakan. Itu yang sedang kami lacak,” kata Irjen Pol Paulus Waterpauw. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top