Follow our news chanel

Previous
Next

Tokoh oposisi Rusia ini diduga diracun

Papua,
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Tokoh oposisi Rusia, Alexey Navalny 44 tahun, dilaporkan telah diracun hingga menimbulkan dia koma. Navalny dilaporkan mengeluh tidak enak badan dalam penerbangan menggunakan pesawat maskapai S7 Airlines dengan nomor penerbangan S7 2614 dari kota Tomsk, provinsi Siberia, menuju ibu kota Moskow. Menurut juru bicaranya, Kira Yarmysh, pilot memutuskan darurat di kota Omsk karena kondisi Navalny memburuk.

Navalny masih sempat merekam detik-detik saat dia dievakuasi dari pesawat menggunakan ponsel yang kemudian tersebar di kanal Baza dalam aplikasi Telegram. Beberapa video lain memperlihatkan Navalny yang lemas dibawa menggunakan kursi dari pesawat menuju ambulans yang sudah menunggu. Menurut Yarmysh, Navalny hanya menenggak segelas teh hitam hangat di kafe bandara sebelum penerbangan.

“Kami menduga Alexey diracun melalui teh itu. Hanya itu yang dia minum pada pagi hari. Dokter mengatakan racun tercampur lebih cepat di cairan hangat,” kata Yarmysh dalam cuitan di Twitter.

Baca juga : Pemimpin oposisi Belarus kabur usai Pilpres rusuh

Pemungutan perubahan UU Rusia, Putin bisa berkuasa hingga 2036 

Partai pendukung Mahathir gelar pertemuan tertutup dengan oposisi

Loading...
;

Sampai kemarin, Yarmysh menyatakan masih belum tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Navalny. Dia mengatakan dokter merujuk Navalny ke rumah sakit yang mempunyai peralatan lebih lengkap.

“Perlengkapan di rumah sakit Omsk kurang memadai untuk menjalankan tes dan prosedur kesehatan. Selain itu, hal ini adalah upaya mengamankan Navalny,” tambah Yarmysh.

Dokter Rumah Sakit Omsk, dr. Alexander Murakhovsky, mengatakan kondisi Navalny saat ini mengkhawatirkan. Kepastian Navalny diracun juga disampaikan kepala RS Omsk, Anatoly Kalinichenko, yang mnyebut ada dugaan Navalny memang diracun. “Secara alami, kondisi kesehatan Navalny yang memburuk saat ini ada kemungkinan memang akibat diracun. Namun, selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi akibat kondisi fisiknya yang memang mengidap penyakit atau gejala tertentu,” kata Kalinichenko.

Navalny masuk rumah sakit diikuti bebrapa saat kemudian sejumlah polisi berdatangan menanyakan kondisi tokoh oposisi itu. Dokter mengatakan tidak bisa membeberkan secara rinci karena terikat janji kerahasiaan pasien, dan meminta para polisi itu meninggalkan lokasi.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyatakan prihatin dengan kondisi yang dialami Navalny. Dia mengatakan bersedia membantu dan bahkan memberikan suaka kepada Navalny dan keluarganya, serta mendesak kejadian ini diusut tuntas.

“Kami siap memberikan bantuan kepada Alexey Navalny dan kelaurganya seperti bantuan kesehatan, suaka dan perlindungan,” kata Macron.

Navalny dikenal sebagai advokat dan aktivis antikorupsi di Rusia. Dia menuduh pemerintahan Presiden Vladimir Putin sarat korupsi, kolusi dan nepotisme serta membungkam para aktivis yang mengkritik kebijakan negara. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top