TPB Dipotong, Ruang Wadir Umum dan Keuangan Dipalang

Akibat pemotongan tunjangan penghasilan bersyarat (TPB), ruang kerja Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan RSUD Dok Dua dipalang karyawan - Jubi/Alexander Loen
Akibat pemotongan tunjangan penghasilan bersyarat (TPB), ruang kerja Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan RSUD Dok Dua dipalang karyawan – Jubi/Alexander Loen

Jayapura, Jubi – Akibat adanya pemotongan tunjangan penghasilan bersyarat (TPB), ruang kerja Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan yang ditempati dr. Carla Dexiana dipalang sejumlah staf Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura.

“Kami memalang ruang kerja untuk menegakkan hukum di rumah sakit ini. Karena berdasarkan SK, sebenarnya saudara dr. Carla Deksiana yang sebelumnya menjabat Wadir Keuangan dan Umum sudah non job,” kata Selfiana Yoangka, Staf Manajemen RSUD Jayapura selaku koordinator aksi kepada wartawan, di Jayapura, Jumat (5/8/2016).

Menurut ia, dr. Carla Dexiana pada 7 Maret 2016 sudah dihantikan oleh Finansia Watungadha. Sehingga apa yang dilakukan sudah melangkahi tupoksi Wadir SDM yang kini dijabat Ema Come dengan melakukan pemotongan TPB.

“Yang menjadi pertanyaan mengapa dr. Carla masih bisa menjalankan tugas sebagai Wadir Umum dan Keuangan, bahkan sampai melakukan pemotongan TPB,” ucapnya.

Pemotongan TPB yang tak sesuai tupoksi ini, ujar Selfiana, sudah dilaporkan kepada Direktur RSUD Jayapura Josef Rinta. Hanya saja, belum ada tanggapan hingga saat ini.

“Pada 12 Juni 2016 lalu saya sudah laporkan ke Direktur RSUD Jayapura. Kami meminta untuk diklarifikasi. Tapi sampai dengan saat ini tidak ada tanggapan, Semestinnya beliau ini kan ditertibkan Direktur karena sudah non job. Tapi mengapa Direktur RSUD Jayapura seolah-oleh memberi kewenangan seperti itu? Ini sudah dibiarkan begitu lama sehingga kami lakukan aksi,” katanya.

Bila tak ada tanggapan, kata Selfiana, pihaknya akan melaporkan hal ini langsung kepada Gubernur Papua Lukas Enembe karena tak mengindahkan SK yang sudah diterbitkan Kepala Daerah.

Loading...
;

“Sebab kami ingin Gubernur turun tangan melihat nasib kami. Sebab jikalau ibu Carla ingin pindah ke bidang SDM, tentu harus menaati aturan yang berlaku. Sebab tak bisa pindah seenaknya,” ucapnya.

Secara terpisah, Direktur RSUD Jayapura Josef Rinta mengaku akan segera mengambil langkah untuk melihat kembali akar permasalahan yang dikeluhkan para staf di wilayahnya.

“Kami akan segera membahas masalah ini di tingkat manajemen rumah sakit supaya dalam waktu dekat bisa ada pengambilan keputusan sehingga masalah tidak berlarut-larut,” kata Josef. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top