HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

TPNPB nyatakan alasannya melakukan penembakan di Kuala Kencana

Ilustrasi pixabay.com
Ilustrasi pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus penembakan yang terjadi di area perkantoran PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana pada Senin (30/3/2020) lalu. TPNPB menyatakan penembakan itu dilakukan karena PT Freeport Indonesia mengabaikan tuntutan TPNPB untuk berhenti beroperasi.

Pernyataan resmi itu disampaikan oleh juru bicara TPNPB, Sebby Sambom kepada Jubi pada Selasa (31/3/2020). Sambom mengklaim TPNPB memiliki alasan kuat untuk melakukan penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI).

“Tidak peduli entah karyawan Freeport kah, TPNPB sudah sampaikan bahwa Freeport segera tutup operasi kerja. Karyawan mestinya harus tinggalkan kerja,” tulis Sambom kepada Jubi.

Sambom menyatakan penembakan di areal perkantoran PTFI, Kuala Kencana, Kabupaten Mimika itu dilakukan pasukan TPNPB yang dipimpin Gusby Waker dan Jhony Beanal. Menurut Sambom, penembakan itu sesuai deklarasi atau Ultimatum Perang TPNPB yang menyatakan akan melakukan serangan ke areal kerja PT Freeport Indonesia, dari kawasan portsite di kawasan pesisir Mimika hingga areal tambah di Grasberg.

“Kami lakukan serangan terhadap karyawan Freeport, karena kami sudah minta kepada manajemen Freeport untuk hentikan operasi penambangan. Namun mereka masih kerja terus, maka kami serang,” ujar Gusby Waker, sebagaimana dikutip dari siaran pers TPNPB itu.

Waker menyatakan TPNPB menilai PTFI dan orang-orang yang bekerja untuk PTFI adalah perampok yang telah dan sedang mencuri kekayaan alam Papua. “[Sudah] 58 tahun mereka merampok dan mencuri emas kami. Ini waktunya pemilik emas bertindak. Jadi mau salahkan siapa? Itu adalah tindakan nyata pemilik emas di Gunung Nemangkawi. Tujuan hanya satu, tutup operasi PT Freeport Indonesia di Tembagapura, dan kami harus bicara Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi Bangsa Papua,” kata Waker sebagaimana dikutip dari siaran pers TPNPB itu.

Loading...
;

TPNPB menyatakan aktivitas pertambangan PTFI berikut seluruh kepentingan Freeport merupakan akar masalah yang menghalangi upaya bangsa Papua menuntut Hak Penentuan Nasib Sendiri. TPNPB menyatakan, demi kepentingan emas di Tembagapura itulah Amerika Serikat menekan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Belanda agar menyerahkan administrasi pemerintahan di Papua Barat kepada Indonesia.

Penyerahan administrasi pemerintah kepada Indonesia itu dinilai telah menghalangi kemerdekaan bangsa Papua, sebagaimana yang telah disiapkan pemerintah kolonial Belanda. “Oleh karena itu, tambang emas Freeport di Tembagapura harus tutup. Pemerintah Indonesia, Pemerintah Amerika Serikat, Pemerintah Belanda dan PBB harus bertanggungjawab atas hak kemerdekaan bangsa Papua,” demikian siaran pers TPNPB.

Vice President Corporate Communications PTFI, Riza Pratama mengatakan pihaknya tidak pernah mendengar ada perintah bahwa karyawan PTFI harus berhenti kerja. Riza menyatakan PTFI dan seluruh karyawannya bekerja sesuai dengan mekanisme perusahaan. “Saya tidak pernah mendengar ada pemberhentian bekerja,” kata Riza kepada Jubi pada Selasa, saat dimintai tanggapannya atas pernyataan dan siaran pers TPNPB itu.

Riza menegaskan semua karyawan PTFI bukanlah pencuri sebagaimana yang dituduhkan TPNPB, karena mereka bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan dari pemerintah Indonesia. “Karyawan bekerja di dalam wilayah kerja perusahaan yang mendapatkan Izin Usaha Pertambangan Khusus dari pemerintah,” kata Riza.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa