Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Tragedi Deiyai berdarah, ini kronologi versi pihak perusahaan

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Deiyai, Jubi – PT. Putra Dewa Paniai yang diduga menjadi dalang konflik di Meepago, sebab memanggil pihak aparat keamanan termasuk Brimob untuk mengamankan camp Oneibo, akhirnya berhasil ditemui Jubi bersama Komnas HAM Perwakilan Papua, Sabtu, (5/8/2017), di kantor perusahaannya Tigido, Deiyai.

Kepala tukang pembangunan jembatan Oneibo, Yohanes Randa (38) yang dimintai keterangan menceritakan, sekitar pukul 11.00 siang ia didatangi seorang warga, Nataniel Pekei, guna meminta bantuan mengantar Ruvianus Douw yang saat itu diangkat dari kali Oneibo karena tenggelam. Namun dirinya menolak membantu warga tersebut, dengan pertimbangan kondisi korban, sebab apabila korban meninggal di perjalanan, yang akan disalahkan nanti dirinya.
 
“Pukul 11 siang, satu pa guru (Nataniel Pekei) minta tolong Douw antar ke RS Madi di Paniai. Saya bilang kami tidak bisa antar pa guru, takut nanti ada apa-apa kami yang disalahkan. Minta maaf pa guru. Selang dua menit, ada dua pemuda minta berhenti kerja karena ada yang meninggal. Satu jam kemudian ada mobil Hilux datang, tapi tidak tahu antar siapa. Dari camp kami dengar ada menangis-menangis,” jelas Yohanes Rande.

Tragedi Deiyai berdarah, ini kronologi versi pihak perusahaan 1 i Papua

Menurutnya, saat itu ada sembilan karyawan dan dua anak kecil. Lalu dia pulang ke kantor perusahaan yang berlokasi di Tigidoo. 

Lanjutnya, sekitar pukul 15.00 WP, karyawannya menginformasikan ada masyarakat sedang berbuat onar dan menghancurkan camp. 

“Setelah itu saya bersama tiga orang Brimob PAM turun ke Oneibo, namun tidak sampai camp karena banyak warga,” jelasnya. 

Karena situasi tidak mendukung, katanya, ada lemparan batu dan potongan kayu berhamburan, mereka pelan-pelan mundur dan pulang menuju pos Brimob. 

Loading...
;

"Saya panggil delapan orang Brimob untuk melakukan pengamanan di sana (camp Oneibo), lalu kami datangi Polsek, juga ada delapan orang yang ikut kami turun kembali ke camp pakai enam mobil, tiga truk, ada dua sabhara, dan satu mobil perusahaan. Sampai di tikungan kecil dekat camp, kami mundur lagi karena situasi tidak baik, saya tetap dalam mobil,” katanya. 

Ia mengaku, saat itu aparat turun dari mobil, tapi masyarakat tetap lempar batu dan kayu. Upaya terus dilakukan untuk meredakan situasi tapi tidak direspons. 

“Saya lihat ada warga pegang panah. Tapi tidak lempar, hanya batu dan kayu yang dilempar ke arah mobil kami,” katanya. 

Tiba-tiba, katanya, terdengar bunyi tembakan senjata. 

"Bunyi sekitar lima menit. Masyarakat langsung bubar, lalu kami putar balik. Saya tidak lihat berapa yang kena tembakan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, semua Brimob yang turun bersenjata dan pakai rompi, sedangkan polisi ada yang pegang senjata dan ada yang tidak. 

“Kami balik ke Polsek, polisi mintai keterangan juga sama saya,” ucapnya.

Sementara terkait keputusan untuk tidak mengantar korban tenggelam, ia mengaku, itu keputusan pribadi bukan standar perusahaan. Karena dirinya melihat kondisi pasien sudah tidak berdaya. 

“Saya khawatir jangan sampai meninggal di tengah jalan, nanti saya yang disalahkan, itu pikiran utama saya,” katanya.

Nataniel Pekei, warga Oneibo yang juga saksi menyesalkan, hubungan antara pihaknya dengan perusahaan sangat akrab. Namun, katanya, mengapa pihak perusahaan sampai tega tidak membantu.

“Kami di sini sangat akrab dengan perusahaan. Biasa saling membantu, anak-anak bantu angkat besi, angkat semen. Juga saling kasih rokok. Tapi saat itu tidak tahu kepala tukang ini pikir apa, sampai tidak mau tolong, padahal pertolongan pertama harus lakukan. Kan, masih ingat jelas kata P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan),” ungkapnya. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top