HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Transportasi mahal membuat guru tidak betah bertugas

Para guru berdialog dengan anggota DPRD Merauke - Jubi/Frans L Kobun.
Para guru berdialog dengan anggota DPRD Merauke – Jubi/Frans L Kobun.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Jasa transportasi masih menjadi barang mewah bagi warga di sejumlah kampung di Distrik Waan. Mereka harus menyewa speed boat seharga Rp15 juta hingga Rp20 juta untuk mencapai ibukota distrik.

“Jalur penghubung hanya bisa ditempuh melalui laut. Speed boat menjadi satu-satunya (moda) transportasi yang menghubungkan ibukota distrik dengan kampung-kampung,” kata Sekretaris Distrik Waan Alex Ronggo, saat berdialog bersama anggota DPRD Merauke, Rabu (18/3/2020).

Ongkos transportasi menjadi sangat mahal karena pemilik speed boat harus membeli bahan bakar dalam jumlah besar. Mereka harus menyiapkan sebanyak 800-1.000 liter bahan bakar selama perjalanan.

Menurut Ronggo, tingginya biaya transportasi membuat para guru menjadi tidak betah bertugas di kampung. Ongkos yang harus dikeluarkan tidak sebanding dengan penghasilan mereka.

“Biaya transportasi mahal sedangkan pendapatan mereka sangat terbatas. Mereka, apalagi guru kontrak kesulitan (tidak mampu) menyewa speed boat dari ibukota distrik menuju tempat tugas,” jelas Ronggo.

Mendengar permasalahan tersebut, anggota DPRD Merauke Moses Kaibu meminta pemerintah setempat mengkhususkan perhatian mereka terhadap kesejahteraan guru kontrak di Distrik Waan. “Banyak (juga) guru kontrak betah tinggal dan bertugas di kampung. Itu karena gaji, insentif, dan hak-hak mereka diperhatikan (dipenuhi pemerintah).” (*)

Loading...
;

 

Editor: Aries Munandar

Baca juga  Jalan Sentani-Depapre dikerjakan tahun ini

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa