Trump ampuni penasehatnya yang bohong soal peran Rusia di Pemilu AS

Papua
Ilustrasi Trump, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi  Presiden Amerika Donald Trump mengampuni mantan penasehat keamanan nasionalnya, Michael Flynn. Ia memberikan grasi kepada Flynn yang dua kali mengaku berbohong soal peran Rusia di Pilpres Amerika 2016.  Dalam pengakuannya, Flynn membenarkan bahwa dirinya berbohong ke FBI ketika ditanya apakah ada interaksi antara Amerika dan Rusia begitu Donald Trump dinyatakan menang Pilpres Amerika.

“Adalah kehormatan bagi saya untuk mengumumkan bahwa Jenderal Michael T. Flynn telah diampuni secara penuh. Selamat kepada @GenFlynn dan keluarganya, sekarang kalian bisa merayakan thanksgiving secara meriah,” tulis Donald Trump lewat twitter, Rabu, (25/11/2020).

Baca juga : Ini penilaian hakim menolak gugatan Trump di Pennsylvania

Trump pilih absen saat Presiden Xi Jinping jadi pembicara di KTT RCEP

Sikap Trump menolak kekalahan, Biden : rusak demokrasi

Keputusan Donald Trump memberikan grasi kepada Flynn membuat marah Demokrat. Apalagi, hal tersebut dilakukan saat transisi kepemimpinan ke Presiden Amerika Terpilih Joe Biden. Ada juga yang menyebutnya sebagai langkah korup

Loading...
;

Kepala Komite Yudikatif Parlemen AS, Jerry Nadler, misalnya berkata bahwa grasi yang diberitakan Donald Trump terhadap Michael Flynn sangat tidak beralasan. Flynn pun, menurut ia, tidak berhak menerima ampun karena sudah berbohong di tengah investigasi sebuah perkara penting.

Sikap yang sama disampaikan oleh Ketua Parlemen AS, Nancy Pelosi. Ia menyebut pemberian grasi terhadap Michael Flynn sebagai korupsi dan penyalahgunaan wewenang dan korupsi.

Langkah Trump ini bukan yang pertama selama ia menjabat sebagai Presiden Amerika. Dia sudah beberapa kali mengampuni oran-orang yang terlibat kejahatan serius. Misalnya, ia sudah mengampuni personil Militer AS yang terlibat kejahatan perang. Ia juga mengampuni Joe Arapio, mantan sheriff Arizona yang merupakan anti-imigran garis keras.

Terkait Flynn, Donald Trump sudah menimbang pengampunannya sejak Maret lalu. Kala itu, ia mengatakan bahwa investigasi yang dilakukan terhadap Michael Flynn telah menghancurkan kehidupannya dan keluarganya. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top