Trump berniat beri kekebalan hukum saat pangeran Saudi digugat

Papua
Ilustrasi Trump, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut berencana memberikan kekebalan hukum kepada Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman. Langkah Trump dilakukan saat Mohammed bin Salman digugat di pengadilan federal AS karena diduga mengirim tim pembunuh untuk menghabisi mantan orang dekat keluarga Kerajaan Saudi dan eks petinggi badan intelijen, Saad Aljabri.

Dalam gugatannya di Pengadilan Distrik Washington D.C., Aljabri menuduh Bin Salman mengirim tim pembunuh untuk menghabisinya di lokasi persembunyian di Kanada. Tim yang sama juga diduga terlibat langsung dalam pembunuhan terhadap jurnalis dan kolumnis surat kabar, The Washington Post, Jamal Khashoggi.

Baca juga : Senator AS bersumpah desak Trump usut kematian Khashoggi

Trump bela Saudi dalam kasus hilangnya jurnalis Khashoggi

Jurnalis hilang bakal renggangkan hubungan AS-Saudi

CNN melansir jika kekebalan hukum it dikabulkan, Kementerian Luar Negeri AS dapat memberhentikan kasus lain yang menjerat Bin Salman, terutama saat ia dituduh terlibat dalam pembunuhan Khashoggi pada 2018 silam.

Loading...
;

November, Kemenlu AS mengirim surat berisi daftar pertanyaan kepada tim kuasa hukum Aljabri, dengan untuk memutuskan apakah Kementerian Hukum AS harus memberikan kekebalan kepada Bin Salman.

Pemberian kekebalan hukum kepada kepala negara yang sedang menjabat dan pejabat pemerintah asing oleh pemerintah AS merupakan hal yang umum.

Meksi demikian, belum jelas apakah Kemenlu AS akan menyarankan pemberian kekebalan hukum bagi Bin Salman untuk kasus Aljabri, atau keputusan akan dibuat sebelum Trump lengser.

Perwakilan dari Kemenlu, pengacara Aljabri, dan perwakilan diplomatik Arab Saudi di Washington tidak menanggapi permintaan komentar terkait hal itu.

Sejak menjabat, Trump menjalin persahabatan yang erat dengan Arab Saudi, termasuk memuji keterlibatan Saudi dalam blokade terhadap Qatar pada 2017, dan tidak mengakui dugaan keterlibatan Bin Salman dalam kasus pembunuhan Khashoggi.

Business Insider melansir, Putra Aljabri, Khalid, yang berprofesi sebagai ahli jantung di Kanada mengatakan menawarkan kekebalan kepada Bin Salman sama dengan melanggengkan impunitas.

“Jika dikabulkan, AS pada dasarnya akan memberikan kekebalan pada MBS atas tindakannya yang berhasil membunuh Jamal Khashoggi dan gagal membunuh ayah saya,” tulis media itu.

Media itu menyebut kurangnya akuntabilitas menjadi satu hal, membiarkan impunitas melalui kekebalan adalah seperti mengeluarkan izin untuk membunuh.

Aljabri melarikan diri dari Arab Saudi ke Kanada pada 2017, tepat ketika Bin Salman naik tahta menggantikan Putra Mahkota saat itu, Pangeran Mohammed bin Nayef.

Dalam memori gugatannya yang didaftarkan pada Agustus lalu, Aljabri khawatir bahwa pengetahuannya yang mendalam tentang seluk beluk dan intrik di dalam Kerajaan Arab Saudi, dan hubungan eratnya dengan Mohammed bin Nayef, akan membuatnya dipenjara. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top