TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Trump sangsikan komitmen denuklirisasi Korea Utara

Papua
(Kiri ke kanan) Kim Jong Un, Donald Trump, dan Korea Selatan Moon Jae-in, sesuai bertemu di zona demiliterisasi yang memisahkan dua Korea, di Panmunjom, Korea Selatan, Minggu (30/6/2019) - Antara/Reuters/Kevin Lamarque.
Trump sangsikan komitmen denuklirisasi Korea Utara 1 i Papua
(Kiri ke kanan) Kim Jong Un, Donald Trump, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, sesuai bertemu di zona demiliterisasi yang memisahkan dua Korea, di Panmunjom, Korea Selatan, Minggu (30/6/2019) – Antara/Reuters/Kevin Lamarque.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Washington, Jubi – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meragukan komitmen Kim Jong Un dalam rencana denuklirisasi Korea Utara. Mengutip Rueters, Trump khawatir Pemimpin Korea Utara itu ingkar janji.

“Saya rasa dia tidak akan mengingkari ucapannya, tetapi tidak menutup kemungkinan dia melakukan itu,” kata Trump kepada wartawan di Pesawat Air Force One dalam penerbangan kembali ke Washington, seusai menghabiskan dua pekan di Florida, Minggu (5/1/2020).

Trump menjadi Presiden Amerika Serikat pertama yang bertemu Pemimpin Korea Utara. Dia menyatakan Kim telah menandatangani perjanjian denuklirisasi, dan menurutnya, Pemimpin Korea Utara itu ialah orang yang dapat dipercaya.

Namun, Kim pada pekan lalu mengonfirmasi tidak ada alasan lagi bagi Pyongyang untuk terikat dengan moratorium uji coba rudal balistik antarbenua dan juga bom nuklir. Dia menyatakan senjata strategis baru tersebut bakal segera dipamerkan.

Desember lalu, Pyongyang juga memperingatkan Washington soal kemungkinan ‘Kado Natal’. Itu setelah Kim memberikan Ameriksa Serikat batas waktu hingga akhir tahun untuk mengusulkan konsesi baru dalam pembicaraan arsenal nuklir miliknya.

Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Mark Milley pada pekan lalu menyatakan status siaga pasukan mereka berada pada level mencukupi untuk merespons apa pun yang terjadi. Begitu pula dengan kemampuan pertahanan militer, memadai untuk mempertahankan Amerika Serikat. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us