Tugu peringatan pandemi influenza 1918 Samoa dibuka lagi

Perdana Menteri Samoa, Tuilaepa Dr. Sailele Malielegaoi menyaksikan bukti permohonan maaf Selandia Baru kepada bangsa itu. - Samoa Observer/ Aufa'i Areta Areta
Tugu peringatan pandemi influenza 1918 Samoa dibuka lagi 1 i Papua
Perdana Menteri Samoa, Tuilaepa Dr. Sailele Malielegaoi menyaksikan bukti permohonan maaf Selandia Baru kepada bangsa itu. – Samoa Observer/ Aufa’i Areta Areta

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Apia, Jubi – Tugu peringatan untuk korban pandemi influenza 1918 dibuka kembali pada Jumat lalu (23/8/2019) di Vaimoso, Apia, Samoa.

Acara peresmian kembali ini dilakukan delapan bulan sejak peringatan 100 tahun pandemi influenza 1918, yang menewaskan lebih dari 20% populasi Samoa saat itu, atau sekitar 8.500 orang.

Pandemi influenza sampai di pantai Samoa akibat kapal milik Selandia Baru, Talune, yang membawa dan menurunkan penumpang-penumpang yang sakit, meskipun telah dikarantina di Fiji.

Itu adalah pandemi yang bencana besar dalam sejarah penyakit di dunia, sementara layanan kesehatan yang ada di Samoa tidak memadai untuk merespons wabah ini.

Saat itu tidak ada waktu untuk menguburkan semua orang yang meninggal dunia dengan cara tradisional, dan banyak korban yang meninggal dunia dimakamkan di kuburan massal di Vaimoso, dimana tugu peringatan itu berdiri hari ini.

November lalu, dalam peringatan 100 tahun tragedi itu, Pemerintah Selandia Baru berjanji akan memperbarui kompleks peringatan dan pemakaman.

Loading...
;

Salah seorang menteri kabinet Selandia Baru, Carmel Sepuloni, yang berdarah Samoa, memotong pita untuk peresmian.

Perdana Menteri Samoa, Tuilaepa Dr. Sailele Malielegaoi, berterima-kasih kepada Sepuloni karena telah hadir, dan atas kontribusi keuangan Selandia Baru untuk perbaikan tugu tersebut.

“Tugu Vaimoso akan menjadi tempat untuk mengenang kepergian orang-orang yang kita cintai, situs bersejarah bagi anak-anak kita, dan situs untuk pengunjung ke negara kita yang ingin tahu tentang masa lalu kita,” katanya.

Tragedi Talune terjadi karena orang-orang Selandia Baru tahu ada penumpang yang terinfeksi influenza di atas kapal itu, namun tetap saja mengizinkan mereka untuk turun di Samoa.

Pada 2002, Perdana Menteri Selandia Baru saat itu, Helen Clarke, meminta maaf kepada Samoa atas tragedi itu, diterima oleh Tuilaepa yang memberikan pengampunan bangsa Samoa sebagai balasannya. (Samoa Observer)


Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top