Follow our news chanel

Tujuh peralatan BMKG rusak, Wagub Papua: Segera perbaiki

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Provinsi Papua dan Papua barat memiliki 16 patahan lokal yang berpengaruh terhadap terjadinya gempa. Menanggapi ini, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal berharap pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wikayah V Jayapura untuk dapat memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat sebelum terjadinya gempa atau bencana alam lainnya.

"Tugas utama dari BMKG itu kan preventif atau mencegah. Untuk itu saya berharap BMKG bertugas sesuai dengan tugas pokoknya," kata Wagub Klemen menjawab pertanyaan Jubi belum lama ini di Jayapura.

Selain itu, Wagub Klemen mengimbau kepada pihak BMKG untuk segera memperbaiki peralatan mereka yang kini sedang rusak.

"Saya ada dapat laporan bahwa ada beberapa alat di BMKG lagi rusak. Saya harap alat tersebut segera di perbaiki atau paling tidak pengadaan alat yang baru sehingga dapat menunjang mendeteksi potensi-potensi bencana alam di Papua," ujarnya.

Dikatakan, mengacu pada bencana alam yang terjadi di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) Wagub Klemen berharap instansi pemerintah maupun swasta hingga masyarakat umum melakukan simulasi menghadapi bencana alam seperti gempa bumi.

"Yang paling penting itu sekolah-sekolah. Harus ada simulasi kepada anak-anak di sekolah, sehingga apabila dikemudian hari ada bencana gempa, anak-anak kita sudah bisa melakukan penyelamatan sesuai dengan simulasi yang pernah dilakukan," katanya sembari menegaskan bahwa simulasi tersebut harus sering dilakukan.

Loading...
;

Simulasi ini penting menurutnya karena bisa meringankan kekhawatiran para orang tua wali murid yang berada di rumah ataupun di tempat kerja.

Sebelumnya, Kepala BMKG Wilayah V Jayapura, Petrus Demon Sili, mengatakan Provinsi Papua dan Papua Barat dilintasi 16 patahan lokal yang berpengaruh terhadap terjadinya gempa.

Kedua provinsi di wilayah timur Indonesia ini memang dilintasi 16 patahan lokal yang berpengaruh terhadap gempa yang terjadi di Papua dan Papua Barat, yaitu lajur Anjak Mamberamo, lajur Ofiolit Papua, lajur Anjak Pegunungan Tengah, lajur Sesar Yapen, Waipoga Through, Sesar Sungkup Weyland, Sesar Ransiki, Sesar Wandamen, dan lajur lipatan Lengguru.

“Kemudian sesar anjak Arguni, sesar Tarera Aiduna, lajur sesar Sorong, lajur sesar Koor, Manokwari Through, subduksi utara Papua dan subduksi bujur Banda,” kata Petrus Demon Sili.

Ketika ditanya tentang peralatan pemantau gempa, Kepala BMKG Jayapura itu mengatakan jajarannya memiliki 16 alat pemantau atau seismograf namun tujuh di antaranya rusak, yang sebagian besar akibat faktor alam seperti akibat ranting pohon yang menggenai alat tersebut.

Walaupun demikian, tidak mempengaruhi kinerja petugas karena masih bisa ditangani dari Jayapura. Bila terjadi gempa di atas 5 SR, alat-alat yang ada di daerah lainnya akan memberikan laporan.

Tujuh peralatan yang rusak berada di Sarmi, Wamena, Biak, Serui, Ransiki, Manokwari, dan Sorong. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top