Follow our news chanel

Previous
Next

Tujuh tapol Papua di Kaltim merasa nyaman sejak dipindahkan ke Rutan

Para tapol Papua di Kaltim saat akan diserahkan ke Kejaksaan beberapa hari lalu - Jubi. Dok
Tujuh tapol Papua di Kaltim merasa nyaman sejak dipindahkan ke Rutan 1 i Papua
Para tapol Papua di Kaltim saat akan diserahkan ke Kejaksaan beberapa hari lalu – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tujuh tahanan politik atau tapol Papua di Kalimantan Timur (Kaltim) merasa lebih nyaman setelah dipindahkan dari sel Polda setempat ke rumah tahanan (Rutan) Kaltim, 16 Desember 2019.

Ketujuh tapol tersebut yakni, Buchtar Tabuni, Agus Kosay, Fery Kombo, Alexander Gobay, Steven Itlai, Hengki Hilapok dan Irwanus Uropmabin.

Penyataan itu dikatakan Latifah Anum Siregar, satu di antara tim penasihat hukum (PH) Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua yang memberikan pendampingan hukum kepada para tapol ini.

“Secara fisik, secara emosi mereka jauh lebih tenang setelah dipindahkan. Saat mereka di sel Polda, hampir tidak pernah keluar. Kecuali antara jarak ruang sel dengan sel. Tapi kalau di Rutan ada waktunya mereka bisa keluar, berinteraksi, melakukan aktivitas berolahraga dan lainnya,” kata Anum Siregar kepada Jubi, Kamis (19/12/2019).

Menurutnya, Rutan yang kini ditempati para tapol ini hanya dikhususkan untuk tahanan yang menjalani proses sidang. Kondisi ini berbeda dengan di Papua tahanan dan narapidana ditahan bersamaan dalam Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas.

“Mereka merasa lebih nyaman dan kebetulan ada petugas Rutan yang lahir besar di Jayapura. Delapan tahun di Jayapura jadi benar-benar bisa dekat dengan mereka,” ujarnya.

Loading...
;

Kata Anum, pada 17 Desember 2019, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kaltim berkunjung ke Rutan tempat para tapol Papua itu ditahan.

Ia menugaskan petugas Rutan yang berasal dari Papua untuk melihat secara khusus para tapol tersebut, sebagai penghubung dan menyampaikan jika para tapol mengalami masalah.

Anum mengakui, saat para tapol akan dipindahkan ke Rutan beberapa hari, Kepala Rutan menyatakan Rutan kini telah melebihi kapasitas.

Rutan hanya dapat menampung sekitar 160 orang, akan tetapi kini sudah dihuni sekitar 1.000 tahanan. Akibatnya para tahanan mesti antri saat akan tidur.

“Tapi secara emosi mereka lebih nyaman karena suasananya jauh berbeda dibanding di sel Polda. Bisa komunikasi, bisa menelpon keluarga. Tidak diperketat. Ini juga membuat mereka lebih nyaman mempersiapkan diri di persidangan,” ucapnya.

Sementara itu, anggota DPR Papua, Laurenzus Kadepa meminta Majelis Rakyat Papua, Gubernur Papua dan DPR Papua mengupayakan agar ketujuh tapol tersebut dapat dikembalikan ke Papua untuk menjalani persidangan.

“Aparat keamanan menyatakan situasi Papua kini kondusif. Mestinya tak ada lagi alasan tidak memulangkan para tahanan ini menjalani sidang di Papua. Kan mereka dipindahkan ke Kaltim pada 4 Oktober 2019 dengan alasan keamanan,” kata Kadepa kepada Jubi beberapa hari lalu. (*)

Editor: Edho Sinaga

 

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top