Follow our news chanel

Tunggak bayar retribusi, ratusan kios di Pasar Youtefa disegel

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru saat memberikan instruksi dalam apel penertiban kios di Pasar Youtefa, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua. - Jubi/Ramah

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dibantu Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jayapura, Polresta Jayapura, dan Kodim 1701 Jayapura, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura melakukan penertiban ratusan kios, karena pemiliknya menunggak membayar retribusi bulanan.

Penertiban dengan cara menyegel kios yang terletak di Pasar Youtefa, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, menggunakan gembok dan dipasangi tulisan “kios ini disegel”, yang berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2003 tentang pengelolaan pasar dan Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang retribusi jasa umum.

Kadisperindagkop dan UMK Kota Jayapura, Robert L.N Awi, mengatakan penyegelan kios tersebut hanya untuk pedagang yang belum memenuhi kewajibannya dengan membayar retribusi setiap bulan.

Jumlahnya mencapai 450 kios dengan jenis dagangan campuran, perlengkapan rumah tangga, dan aksesoris terletak di blok A, B, C, dan D. Dari jumlah ini, ada 97 kios yang aktif berjualan meski belum membyar retribusi. Retribusi yang harus dibayar sesuai ukuran kios, ada yang sebulan Rp 200 ribu, Rp 300 ribu, hingga Rp 300 ribu lebih.

“Khusus hanya untuk pedagang yang menunggak pembayaran pada 2019 saja. Setiap kali ditagih, jawabannya (pedagang) nanti, dan sampai sekarang sudah mau di penghujung 2020 belum juga membayar sehingga harus ditertibkan,” ujar Awi usai penertiban, Senin (13/10/2020).

Awi berharap agar pedagang yang menunggak retribusi segera membayar supaya bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman guna memenuhi kebutuhan sehari-hari dan peningkatan dalam perekonomian masing-masing.

Loading...
;

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan sebelum dilakukan penyegelan, sudah diberikan peringatan atau pemberitahuan sebanyak tiga kali, namun tidak juga niat untuk melakukan pembayaran retribusi.

“Dengan sangat terpaksa, Disperindagkop melakukan penertiban dengan cara memasang stiker disegel, sambil menunggu pemilik kios menyelesaikan tunggakannya. Kios tidak mungkin disegel kalau tanpa alasan. Bukan kami menghalangi tapi untuk kebaikan dan kesejahteraan bersama dalam rangka menegakkan aturan,” ujar Rustan.

Rustan berpesan kepada petugas penyegelan agar tidak arogan saat penyegelan, tapi melakukan pendekatan secara humanis guna menjaga situasi tetap aman, apalagi di masa pandemi Covid-19, semua orang sedang susah. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top