Follow our news chanel

Previous
Next

Tuntaskan Aset Hibah PT PLN di Papua, KPK gelar koordinasi lintas instansi terkait

Papua
Foto ilustrasi, gedung KPK - kpk.go.id

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Semarang, Jubi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar koordinasi lintas instansi di Papua meliputi Pemda setempat, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua, Kantor Pertanahan Kabupaten dan Kota, serta PLN area Papua, untuk menuntaskan aset hibah PT PLN di kawasan tersebut. Rapat koordinasi digelar secara daring, Kamis, (8/10/2020) sebagai dukungan penyelesaian aset PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) yang masih bermasalah.

“Maksud Rakor mencari solusi terbaik terkait permasalahan aset-aset PLN. Kami tahu ada aset-aset PLN yang masih beririsan dengan sejumlah pemda di Papua. Kami tidak berpihak kepada salah satu pihak,” Kepala Satgas Koordinasi Pencegahan Wilayah IX KPK, Sugeng Basuki.

Baca juga : KPK nilai progres penertiban aset di Papua lambat

KPK tertibkan aset Pemrov Papua Barat

KPK ingatkan ASN tidak kuasai aset pemerintah

Menurut Sugeng KPK tak memiliki kepentingan dalam rakor itu, namun KPK hanya ingin agar aset negara dapat terselamatkan dan termanfaatkan dengan sepatutnya.

Loading...
;

Berdasarkan data yang dikumpulkan KPK per September 2020, total aset pada PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat (P2B), terdiri dari bekas rumah dinas Pemerintah Provinsi Papua yang dihibahkan kepada PLN sebanyak adalah 72 unit.

“Dari angka itu, sebanyak 34 bangunan sudah memperbarui sertifikat. Sisanya, 38 rumah dalam proses pembaruan sertifikat,” kata Sugeng menambahkan.

Dari 72 rumah dinas eks Pemprov Papua tersebut, 6 unit masih dihuni pegawai aktif Pemda Provinsi Papua, 65 unit ditinggali pensiunan pegawai dan keluarganya, dan 1 unit kosong.

Data KPK menunjukkan rumah dinas yang sudah dihibahkan kepada PLN UIW P2B itu berlokasi di atas empat wilayah pemerintah kabupaten dan kota, yakni 61 unit di Kota Jayapura, 4 unit di Kabupaten Jayapura, 3 unit di Kabupaten Merauke, serta 4 unit di Kabupaten Biak Numfor.

Selain itu, sesuai data yang disampaikan PLN kepada KPK, terdapat tanah yang dihibahkan, dalam proses hibah, atau dipinjamkan, oleh sejumlah pemkab di Papua kepada PLN. “Jumlah totalnya adalah 30 persil (bidang tanah). Tapi, keseluruhan aset tanah tersebut belum bersertifikat,” kata Sugeng menjelaskan.

Sejumlah tanah hibah itu terdiri atas 4 persil dari Kabupaten Merauke, 3 persil Boven Digoel, 1 persil Sarmi, 6 persil Biak Numfor, 1 persil Supiori, 7 persil Mimika, 3 persil Asmat, 3 persil Nabire, 1 persil Paniai, dan 1 persil dari Yalimo.

General Manager PLN UIW P2B, Abdul Farid, mengapresiasi pendampingan dan dukungan KPK demi penyelesaian masalah aset PLN di Papua. Terkait rumah dinas bekas Pemprov Papua, pihaknya, kata Farid, berencana mempercepat proses pembaruan sertifikat dengan berkoordinasi kepada BPN. “Kami sedang dalam upaya rekonsiliasi data tanah dan bangunan dengan pemkab dan pemkot terkait,” kata Farid.

Farid mngakui ada sejumlah kendala berkaitan dengan hibah rumah dinas eks Pemprov Papua, seperti proses pembaruan sertifikat yang terhambat karena tak ada bukti pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), penghuni enggan menyerahkan bukti pelunasan PBB karena kemungkinan sudah berganti kepemilikan ke nama pribadi.

“Serta ada kasus di mana Pemda masih menerbitkan surat izin penghunian rumah dinas meskipun PLN telah memegang sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas rumah dinas yang sudah dihibahkan tersebut,” kata Farid menjelaskan.

Selain itu beberapa aset tanah masih dalam proses hibah dan beberapa tanah lainnya masih berstatus pinjaman dari pemda kepada PLN.

“Tapi, kami sudah mendirikan instalasi PLN di atas tanah yang masih proses hibah dan pinjaman tadi. Akibatnya, kami khawatir akan mengancam keamanan aset-aset kami yang berdiri di atas tanah tersebut, juga berpotensi menghambat kelancaran operasional PLN,” katanya. (*)

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top