Tuntut uang bantuan Covid-19, mahasiswa asal Tolikara protes pembagian sembako

covid-19 mahasiswa tolakara protes bantuan covid
Ketua Tim Covid-19 Pemkab Tolikara Amos Yikwa memberikan penjelasan kepada mahasiswa asal Kabupaten Tolikara di Jayapura terkait bantuan Covid-19 - Jubi/Yance wenda.
covid-19 mahasiswa tolakara protes bantuan covid
Ketua tim bantuan Covid-19 Tolikara Amos Yikwa memberikan penjelasan kepada mahasiswa asal Kabupaten Tolikara di Jayapura terkait bantuan Covid-19 – Jubi/Yance Wenda.

Papua No. 1 News Portal | JubiJayapura, Jubi – Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Tolikara di Jayapura melakukan aksi protes pembagian sembako di Kantor Perwakilan Kabupaten Tolikara di Jayapura, Kamis (28/5/2020).

Pembagian sembako tersebut dilakukan tim bantuan Covid-19 Pemkab Tolikara di depani kantor Perwakilan Tolikara kepada masyarakat asal Tolikara yang berada di Kabupaten Jayapura. Pembagian sembako terkait antisipasi dampak pandemi Covid-19.

“Bantuan sembako tersebut harusnya dibagaikan di Kabupaten Tolikara, bukan di Jayapura, masyarakat ada di sana kenapa harus dibagikan di sini,” kata Maki Wenda, koordinator aksi di depan Kantor Perwakilan Tolikara, Kamis 28/5/2020).

Mahasiswa yang aksi juga menuntut agar Pemkab Tolikara segera menyalurkan bantuan Covid-19 kepada mahasiswa asal Tolikara di seluruh Indonesia. Wenda mendesak dinas-dinas terkait untuk segera mengirimkannya.

“Dana itu ada, kenapa tidak dicairkan, imbauan pimpinan itu jelas tapi bawahan ini yang tidak menjalankannya dengan baik,” katanya.

Menurutnya data seluruh mahasiswa Tolikara yang berhak menerima bantuan sudah dikirimkan sejak lebih sebulan lalu dan sudah lengkap.

“Kami di Kota Jayapura sudah mengirimkan seminggu lalu, kalau mahasiswa Tolikara di kota studi luar Papua sudah mengirimkan satu bulan lalu,” ujarnya.

Ia mengatakan jumlah mahasiswa asal Tolikara di Jayapura sebanyak 899 orang, laki-laki dan perempuan.

Loading...
;

“Data kami sudah lengkap sesuai permintaan, tapi belum direalisasikan, kalau belum ada respon soal dana kami, maka hari ini batalkan pembagian sembako,” ujar Wenda saat aksi.

Wenda tindak menyebutkan jumlah seluruh mahasiswa asal Tolikara di luar Papua. Namun ia menyebutkan yang menerima bantuan baru 180 orang, sedangkan sebagian besar yang lainnya belum menerima.

Ketua tim bantuan Covid-19 Tolikara Amos Yikwa yang menerima mahasiswa mengatakan bahwa bantuan mengatasi dampak Covid-19 untuk mahasiswa Tolikara yang berada di kota studi di seluruh Indonesia diberikan ke rekening masing-masing dengan nilai Rp2,5 juta per orang.

“Persoalan masuk dan tidak ini ada pada yang bertugas menangani dana ini, nanti kami akan dengar langsung dari mereka,” ujar Yikwa.

Ia menyebutkan hingga kini belum mendapatkan laporan dari tim yang menangani anggaran tersebut.

“Saya harus terima laporan, sudah terima berapa dan sudah masuk berapa, tidak berapa, dan yang masih menunggu berapa,” katanya.

Ia mengatakan jika data sudah lengkap maka bantuan harus segera diberikan kepada mahasiswa.

“Sebab kami tidak tahu kapan wabah ini akan berakhir, kalau persyaratan semua sudah dilengkapi saya pikir tidak masalah, kenapa terjadi demikian, apa kendalanya nanti akan kami dengarkan dari tim yang menangani,” ujarnya.

Menanggapi tuntutan mahasiswa agar membatalkan bantuan sembako kepada masyarakat Tolikara, menurut Yikwa tidak bisa karena banyak orang tua dan anak-anak Tolikara yang berada di Kabupaten Jayapura membutuhkan bantuan sembako.

“Hari ini kita fokus bagi sembako di Kabupaten Jayapura, karena ada masyarakat Tolikara di Kabupaten Jayapura yang tidak bisa pulang balik, sehingga kami bagi sekarang di sini dan besok di Kota Jayapura, selanjutnya di Keerom atau di mana,” katanya.(*)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top