Turki kecewa putusan pengadilan pembunuh jurnalis Jamal Khashoggi

papua, undang-undang
Ilustrasi hukum undang-undang pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi -Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki, Fahrettin Altun, menyatakan kecewa dengan  putusan pengadilan Arab Saudi terhadap pembunuh jurnalis Jamal Khashoggi. Altun menilai putusan itu jauh dari harapan Turki. Turki mendesak otoritas Arab Saudi agar bekerja sama dengan tim penyelidikan dari Turki.

“Kami belum tahu apa yang terjadi pada tubuh Khashoggi, baik siapa yang menginginkannya mati atau apakah ada kolaborator lokal. Hal ini menimbulkan keraguan atas kredibilitas proses hukum di Kerajaan Arab Saudi,” kata Altun di Twitter, pada Senin, (7/9/2020).

Baca juga : Pembunuhan jurnalis Khashoggi, Saudi bantah laporan ahli PBB

Tunangan Khashoggi desak AS bersikap kematian kekasihnya

Ketua HAM Uni Eropa desak keadilan untuk Khashoggi

Pada Juli lalu Turki melakukan sidang in absentia terhadap para tersangka. Sedangkan pengadilan Arab Saudi pada Senin kemarin membatalkan lima hukuman mati terhadap tersangka pembunuhan Khashoggi dan menggantinya dengan hukuman penjara 20 tahun. Sedangkan satu orang lainnya dijatuhi hukuman 10 tahun, dan dua orang menerima hukuman 7 tahun.

Loading...
;

“Sudah menjadi kewajiban legal dan teliti untuk mencari kebenaran dari pembunuhan Jamal Khashoggi, yang dilakukan di dalam batas wilayah Turki, dan untuk memberikan keadilan. Itulah satu-satunya cara untuk memastikan bahwa kekejaman serupa dapat dicegah di masa depan,” kata Altun.

Khashoggi, 59 tahun, adalah wartawan senior asal Arab Saudi. Dia pernah menjadi orang kepercayaan keluarga kerajaan, namun berubah menjadi kritikus. Dia dibunuh dan dimutilasi di konsulat Kerajaan Arab Saudi di Kota Istanbul, Turki, pada Oktober 2018.

Tubuh Khashoggi diduga di cekik dan dimutilasi oleh 15 orang. Jenazahnya belum ditemukan sampai sekarang. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top