Turki kembali hukum ratusan orang terlibat kudeta 2016

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Pengadilan Turki memvonis hukuman penjara seumur terhadap 500 orang yang dinilai terlibat percobaan kudeta 2016. Mereka terdiri dari ratusan perwira militer, pilot, dan warga sipil atas upaya yang gagal untuk menggulingkan Presiden Tayip Erdogan.

Reuters menyebut para terdakwa dinyatakan bersalah karena melakukan upaya kudeta dengan membom gedung-gedung pemerintah, parlemen, dan berusaha membunuh Erdogan. Pemerintah Turki menuding Fethullah Gulen, yang tinggal di AS, otak di balik rencana kudeta itu. Meski dia membantah memiliki peran di dalamnya.

“Kelompok berbahaya yang menghujani bom di parlemen, kepresidenan, dan rakyat kami telah dhukum di hadapan keadilan,” kata Omer Celik, juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), partai asal Erdogan, dikutip dari Reuters, Kamis, (26/11/2020) kemarin.

Baca juga :Pertempuran di Nagorno-Karabakh meletus saat menjelang mediasi

Turki kecewa putusan pengadilan pembunuh jurnalis Jamal Khashoggi

Presiden Maduro puji dukungan Turki, Rusia dan China

Loading...
;

Tercatat lebih dari 250 orang tewas dalam upaya kudeta 15 Juli 2016 lalu, ketika para tentara yang berkhianat menguasai pesawat tempur, helikopter, dan tank untuk mengambil kendali institusi dan menggulingkan pemerintahan Erdogan.

Empat pemimpin kudeta, yang dijuluki “imam sipil” karena hubungan mereka dengan jaringan Gulen, dihukum seumur hidup dan dinyatakan bersalah atas upaya membunuh presiden dan menggulingkan tatanan konstitusional.

Sementara para Pilot F-16 yang melakukan serangan juga termasuk di antara mereka yang diberi hukuman seumur hidup, hukuman terberat di pengadilan Turki, yang berarti tidak ada kemungkinan pembebasan bersyarat.

Pascaupaya kudeta yang gagal ini, Turki telah menahan sekitar 292 ribu orang karena diduga terkait dengan Gulen. Hampir 100 ribu dari mereka dipenjara menunggu persidangan.

Sedangkan sekitar 150 ribu pegawai negeri dipecat atau diskors setelah kudeta, 20 ribu prajurit dikeluarkan dari militer. Pengadilan telah menjatuhkan lebih dari 2.500 hukuman seumur hidup.

Empat tahun berselang, pemburuan yang menargetkan orang-orang yang dianggap  memiliki hubungan dengan Gulen terus berlanjut.

Pemerintah Turki mengatakan tindakan keras diperlukan mengingat tantangan keamanan yang dihadapi mereka untuk membasmi jaringan pendukung Gulen yang disinyalir sudah mempengaruhi aparat negara.(*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top