Turki kutuk serangan teror di Afghanistan

Ilustrasi stop serangan teror, pixabay.com
Turki kutuk serangan teror di Afghanistan 1 i Papua
Ilustrasi stop serangan teror, pixabay.com

Teror itu dinilai tak patut saat pembicaraan antara semua pihak untuk mewujudkan perdamaian di Afghanistan telah meningkat.

Papua No. 1 News Portal | Jubi,
Ankara, Jubi – Pemerintah Turki mengutuk keras serangan teror yang dilakukan di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dan Provinsi Ghazni.

“Kami sangat sedih bahwa banyak orang kehilangan nyawa mereka dan cedera akibat serangan teror yang dilakukan di Kabul pekan lalu dan Ghazni hari ini,” kata Kementerian Luar Negeri Turki, Minggu, (7/7/2019).

Berita terkait : Bom bunuh diri tewaskan 43 pejabat Afganistan

Pembicaraan perdamaian Afghanistan batal karena masalah delegasi

Diancam, penyanyi Afghanistan tetap kembali ke negerinya

Teror itu dinilai tak patut saat pembicaraan antara semua pihak untuk mewujudkan perdamaian di Afghanistan telah meningkat.

Loading...
;

Pernyataan itu dikeluarkan setelah pengeboman mobil bunuh diri menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 50 orang di Provinsi Ghazni.

Sedikitnya 10 orang tewas dan 65 orang lagi cedera dalam pengeboman bunuh diri yang diikuti dengan baku-tembak di satu fasilitas Kementerian Pertahanan di Kabul pekan lalu.

Kementerian Luar Negeri Turki menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Afghanistan, yang dianggap saudara. “Turki akan terus mendukung Afghanistan dalam perangnya melawan terorisme,” tulis kementerian itu.

Di tengah pembicaraan perdamaian Afghanistan di Qatar, Taliban mengaku sebagai pelaku serangan mematikan tersebut.

Pada Minggu malam, Taliban dan AS menyampaikan optimisme bagi perdamaian dalam pembicaraan yang berlangsung di Ibu Kota Qatar, Doha.

Utusan AS, Zalmay Khalilzad mengatakan dalam serangkaian cuitan pada Sabtu pekan lalu bahwa pembicaraan enam hari belakangan dengan pemimpin gerilyawan Afghanistan itu adalah “sidang yang paling produktif setakat ini”.

Pembicaraan antara AS dan Taliban terhenti selama dua hari saat satu kelompok pegiat masyarakat sipil dan politikus Afghanistan menyelenggarakan dialog antarwarga Afghanistan di tempat yang sama. (*)
Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top