Follow our news chanel

Previous
Next

Uang bantuan terdampak Covid-19 di Pekanbaru dipotong bank penyalur

Papua
Ilustrasi uang anggaran  - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pekanbaru, Jubi Pemprov Riau mengungkap adanya pemotongan dana Bantuan Keuangan yang disalurkan melalui Pemerintah Kota Pekanbaru kepada warga terdampak Covid-19. Nilai pemotongan sebesar Rp50 ribu, dari total yang seharusnya diberikan ke penrima Rp300 ribu per bulan.

“Seharusnya bantuantersebut diterima penuh sebesar Rp300 ribu per keluarga (KK). Setelah melakukan klarifikasi kepada Pemko Pekanbaru, ia mengatakan pemotongan terjadi pada penyaluran melalui bank perkreditan rakyat,” kata Asisten II Setdaprov Riau, Ahmadsyah Harrofie, Rabu, (3/7/2020).

Baca juga : Ribuan warga daerah ini terdaftar penerima bantuan ganda

Senin ini Pemkab Deiyai salurkan bantuan untuk 152 mahasiswa

Sopir angkot di Kota Jayapura berharap bantuan sembako

Menurut Ahmadsyah, Pemkot Pekanbaru mengambil kebijakan penyaluran bantuan secara nontunai melalui tiga bank, yakni Bank BRI, Bank Riau Kepri (BRK) dan BPR. Pihak bank kemudian mentransfer dana tersebut ke rekening warga yang jadi penerima.

Loading...
;

“Dalam pelaksanaannya, dua bank BRK dan BRI, langsung mentransfer ke penerima tanpa ada potongan sebesar Rp300 ribu, dan terhadap bank BPR mereka menyalurkan sebesar Rp250 ribu,”kata Ahmadsyah menambahkan.

Ahmadsyah mengatakan pengelola BPR mengakui apa yang telah dijalankannya keliru dan berjanji akan melakukan perubahan dengan cara ditransfer secara langsung kekurangan atau ditambahkan saat transfer bulan depan.

Tercatat penerima yang eharusnya ditransfer lewat BPR mencapai 6 ribu keluarga. “Tapi belum semua disalurkan, baru 3 ribu. Yang jelas BPR bersedia mengembalikan utuh Rp300 ribu,” katanya.

Kepala Dinas Sosial, Darius Husin, menjelaskan, bantuan keuangan yang diserahkan Pemprov Riau ke pemerintah kabupaten dan kota menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk menyerahkan kepada penerima secara penuh. Darius mengatakan seharusnya tidak ada pemotongan sehingga bisa diterima penuh oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Berapa yang diberikan segitulah yang diserahkan ke masyarakat. Kalau ada biaya administrasi itu pemerintah Kabupaten Kota yang menanggungnya, bukan dari anggaran yang ada,” kata Darius Husin.

Menurut dia, setelah ditelusuri, ternyata BPR melakukan pemotongan dengan dalih menggunakan aturan internal menjemen yang menyebutkan warga penerima BLT dijadikan nasabah baru. “Dengan syarat membuka rekening tabungan di BPR dan harus menabung sebesar Rp50 ribu,” katanya.

Tercatat Pemprov Riau mengalokasikan sekitar Rp191,6 miliar bantuan keuangan khusus untuk mengatasi dampak sosial dari wabah Covid-19 di 12 kabupaten dan kota di daerah itu. Data di Pemprov Riau menunjukan nilai bantuan keuangan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor: Kpts.848/V/2020. Dananyaberasal dari APBD Riau tahun anggaran 2020.

Bantuan untuk mengatasi dampak sosial Covid-19 diberikan kepada kepala keluarga yang sudah terdata pemerintah kabupaten dan kota. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top