Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

UGM umumkan hasil kajian pembentukan Provinsi Papua Tengah

Ilustrasi pemekaran Papua- dok Jubi.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerja Sama atau PPKK
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mempresentasikan hasil kajian akademik pembentukan Provinsi Papua Tengah di Yogyakarta, Rabu (29/1/2020). Presentasi itu dihadiri sejumlah tokoh dari Papua, termasuk  Bupati Nabire Isaias Douw dan Bupati Puncak, Willem Wandik.

Dikutip dari siaran pers Pemerintah Kabupaten Nabire yang diterima Jubi pada Kamis (30/1/2020), Tim Kajian PPKK Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) itu dipimpin oleh Drs Bambang Purwoko. Tim itu beranggotakan 30 orang.

Hasil kajian tim UGM itu dipaparkan oleh Dr Gabriel Lele, pakar manajemen kebijalan publik. Dalam paparannya, Gabriel memaparkan sejumlah aspek dasar yang terkait dengan aspek  sumber daya manusia (SDM),  aspek infrastruktur
ekonomi dan pelayanan publik, serta aspek kesejahteraan masyarakat. Lele juga memaparkan kajian tentang terobosan reinstrumentasi Otsus Papua, hasil analisis media, persyaratan administratif,  pemenuhan syarat dasar kewilayahan, syarat kapasitas daerah, dan aspek lain sebagai syarat dasar pemekaran.

Tim merekomendasikan tiga hal, termasuk pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) yang disebut tim itu sebagai kebutuhan mendesak. Tim juga merekomendasikan adanya kebijakan makro nasional dan diikuti pengawalan yang ketat pada level manajerial operasional.

“Dari sisi normatif memang harus banyak aspek yang disiapkan. Tapi, perspektif yang digunakan adalah kebutuhan. Maka,  dalam rangka konteks yang lebih luas untuk mencari jalan keluar atas berbagai masalah di Papua maka pemekaran menjadi kebutuhan,” kata Gabriel Lele sebagaimana dikutip siaran pers Pemerintah Kabupaten Nabire.

Tim PPKK Fisipol UGM itu juga mengkaji sejumlah pilihan letak ibukota jika Provinsi Papua Tengah dibentuk. Kajian dilakuan dengan memberikan nilai kelayakan bagi 11 kabupaten yang digadang-gadang disatukan menjadi Provinsi Papua Tengah, yaitu Kabupaten Puncak,  Mimika,  Paniai,  Deiyai,  Dogiyai,  Intan Jaya, Waropen,  Biak,  Supiori, dan Kepulauan Yapen.

Loading...
;

Gabriel mengatakan, pihaknya tidak menetapkan letak ibu kota Provinsi Papua Tengah. “Kami buat bobot dan skor berdasarkan kajian lapangan. Hasil kajian ini akan disempurnakan dan kemudian diserahkan kepada DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri, untuk dipelajari dan diputuskan di mana ibu kota yang layak,” kata Gabriel.

Ketua Tim Kajian PPKK Fisipol UGM, Bambang Purwoko menjelaskan hasil kajian yang telah dipresentasikan itu akan disempurnakan berdasarkan masukan dari para bupati dari wilayah tengah Papua.  “Kami akan segera sempurnakan,  dan [hasilnya] akan segera diserahkan kepada … pemerintah untuk menjadi dasar dalam pengambilan keputusan,” kata Bambang.

Bupati Nabire Isaias Douw selaku Ketua Tim Pemekaran Papua Tengah mengapresiasi hasil kajian Tim PPKK Fisipol UGM. “Perlu diapresiasi, karena kajian ini sudah memikirkan aspek prasarana instrumentasi dan reinstrumentasi kekhususan Papua,  yakni tentang disain khusus dan DOB sebagai policy-making platform,” kata Douw sebagaimana dikutip dari siaran pers Pemerintah Kabupaten Nabire.

Menurut Douw, kajian itu telah mencakup upaya reproduksi sinergi antar tungku, dan mengembangkan teknokrasi untuk memuliakan adat. “[Kajian itu juga meliputi] aransemen kelembagaan asimetris inklusif,  disain penguatan ekonomi,  dan penguasaan fungsi layanan publik,” kata Douw.

Bupati Puncak, Willem Wandik yang turut menghadiri presentasi itu menyatakan optimis pemerintah pusat akan segera merespon wacana pemekaran Provinsi Papua dan pembentukan Provinsi Papua Tengah itu. “Kajian ini bagus. Kami optimis, pemerinrah pusat akan segera sahkan Papua Tengah [menjadi provinsi]. Kami sudah siap,” kata  Willem Wandik sebagaimana dikutip dari siaran pers Pemerintah Kabupaten Nabire. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top