TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Ujian sekolah tatap muka di Kabupaten Jayapura, siswa diperketat dengan prokes

Sejumlah siswa sekolah dasar yang sedang belajar. -Jubi/Engel Wally

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Memasuki masa-masa ujian sekolah secara khusus ujian harian di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Jayapura, diputuskan siswa diperbolehkan masuk sekolah dengan memastikan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ted Jonnes Mokay mengatakan, hal tersebut dilakukan atas permintaannya kepada seluruh kepala sekolah, agar proses ujian sekolah dilakukan di kelas masing-masing, sekaligus memastikan hasil-hasil belajar siswa yang dilakukan secara daring.

“Kalau secara online terus, nilai belajar mereka (siswa) pasti baik semua. Oleh sebab itu harus dipastikan juga dengan tatap muka di kelas. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, setiap siswa tidak diperbolehkan untuk pindah dari satu tempat duduk ke tempat duduk yang lain,” ujar Ted Mokay di Sentani, Rabu (15/9/2021).

Menurutnya, sejumlah sekolah yang sedang melaksanakan ulangan harian dengan tatap muka dibagi dengan jumlah persentase siswa 50 persen dari normalnya. Artinya setiap kelas ada pembagian shift dengan waktu yang ditetapkan setiap mata pelajaran.

“Ujian harian ini akan berjalan selama seminggu, tetapi kalau dibagi dalam shift akan berjalan selama dua minggu, hal ini akan lebih baik sekaligus mengantisipasi penyebaran virus corona di kalangan siswa sekolah,” jelasnya.

Dikatakan, pembukaan sekolah tatap muka untuk aktivitas belajar seperti biasa dapat dilakukan apabila proses vaksinasi telah mencapai 70 persen di Kabupaten Jayapura. Sementara itu, terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan berlangsung pada Oktober mendatang, belum ada kepastian apakah sekolah diliburkan atau tidak.

“Bukan ranah saya untuk memberikan keterangan terkait proses belajar mengajar di saat PON berlangsung,” katanya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Jayapura, Jimmy Fitowin mengatakan, proses vaksinasi siswa di wilayah perkotaan akan berjalan dengan baik, hal ini berbanding terbalik dengan wilayah di pinggiran kota. Sementara persentase vaksinasi yang diharapkan pemerintah harus mencapai 70 persen.

“Sekolah di pinggiran kota lebih banyak terkoneksi langsung dengan gereja, sehingga apa yang diarahkan oleh pihak gereja sangat mempengaruhi proses vaksinasi yang sedang berlangsung. Sementara sosialisasi secara massif terus kami lakukan sebagai pemimpin sekolah, tetap saja masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan isi sosialisasi tersebut,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us