HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

ULMWP meminta 7 tapol Papua di Kaltim dipulangkan ke Papua

Ilustrasi tujuh tapol Papua yang dipindahkan ke Kaltim saat akan diserahkan ke Kejaksaan – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi โ€“ Badan Pengurus Pusat Komite Aksi United Liberation Movement for West Papua atau ULMWP, Chris Dogopia meminta Polri segera memulangkan tujuh tahanan politik Papua dari Kalimantan Timur. Pemindahan ketujuh tahanan politik asal Papua itu dinilai tidak sah dan melanggar hukum.

Sejumlah tujuh tahanan politik (tapol) yang menjadi terdakwa dugaan makar dipindahkan Kepolisian Daerah Papua ke Kalimantan Timur pada 4 Oktober 2019. Ketujuh tapol itu adalah Buchtar Tabuni, Agus Kosay, Fery Kombo, Alexander Gobay, Steven Itlai, Hengki Hilapok dan Irwanus Uropmabin. Buchtar Tabuni dan kawan-kawan yang ditersangkakan dengan delik makar sebagaimana diatur Pasal 106 KUHP.

Pemindahan itu dinyatakan dalam surat Direktur Reserse Kriminal Umum Direskrimum Polda Papua Nomor : B/816/X/RES.1.24/2019/Direskrimum tertanggal 4 Oktober 2019. Pemindahan itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Polisi baru memberitahu keluarga para tahanan saat pemindahan telah dilakukan.

Dogopia menyatakan hingga kini Mahkamah Agung belum menetapkan pengalihan tempat persidangan dari Papua ke Kalimantan Timur. Akan tetapi, Kepolisian Daerah Papua terus memperpanjang masa penahanan ketujuh tapol di Kalimantan Timur.

Dogopia menyatakan Polda Papua memperpanjang masa penahanan pada 4 Desember 2019. Masa penahanan ketujuh tapol itu diperpanjang hingga 7 Januari 2020.

“Kemudian, Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Balikpapan tanggal 17 Desember 2019 menetapkan perpanjangan penahanan dalam rumah Tahanan Negara Kelas II B Balikpapan paling lama 30 hari, terhitung 5 Januari 2020 sampai dengan tanggal 13 Februari 2020,” katanya.

Loading...
;

Dogipia mempertanyakan perpanjangan masa penahanan di Kalimantan Timur itu, mengingat Mahkamah Agung belum juga menetapkan pemindahan lokasi persidangan ketujuh tapol itu. “Saat ini, ketujuh tapol di Kalimantan Timur ditemani isteri Buchtar Tabuni dan isteri Agus Kosay. Mereka menyiapkan makan siang untuk ketujuh tapol Papua. Perlu ada perhatian dari keluarga dan rakyat Papua, terutama untuk kelangsungan hidup para tapol Papua di Kalimantan Timur,” kata Dogopia.

Baca juga  Kerusakan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya sedang didata

Dogopia mengatakan selama dua bulan ditahan di Kalimantan Timur, ketujuh tapol itu gangguan kesehatan. “Buchtar Tabuni mengalami batuk dahak, dan luka di bagian lambung. Steven Itlay mengalami asam lambung tinggi hingga lambungnya terluka, sesak nafas, dan batuk lendir. Alexander Gobay mengalami asam lambung tinggi, sesak nafas, dan lambung terluka,” katanya.

Ferry Kombo juga mengalami batuk berdahak, lemas, dan sakit lambung. Sementara Hengky Hilapok merasa badan selalu lemas, lambung perih, dan sakit kepala serta sakit gigi.ย  Agus Kosay dan Irwanus Uropmabin juga merasa badan selalu lemas, lambung perih, dan batuk berdahak.

Juru bicara Komite Aksi ULMWP, Ice Murib mengingatkan kondisi para tahanan terus memburuk. “Seluruh rakyat Papua di West Papua agar mendoakan tujuh tapol di Kalimantan Timur. [Kami meminta] pimpinan dan tokoh agama beserta tokoh masyarakat Papua untuk turut mendesak Pemerintah Indonesia segera memulangkan ketujuh tapol ke Papua,” kata Murib.

Murib mengatakan Gubernur Papua, Dewan Perwakilan Rakyat Papua, dan Majelis Rakyat Papua harus segera mendesak polisi memulangkan ketujuh tapol itu ke Papua. Ia juga meminta civitas akademika Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) dan Universitas Cenderawasih (Uncen) di Jayapura ikut mendesak polisi memulangkan ketujuh tapol itu ke Papua. Murib menyeru kepada para mahasiswa Papua untuk ikut berkampanye menuntut pemulangan ketujuh tapol ke Papua.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa