Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Umat Hindu di Jayapura gelar Festival Ogoh-Ogoh

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat melepas Festival Ogoh-Ogoh di halaman upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani - Jubi/Engel Wally
Umat Hindu di Jayapura gelar Festival Ogoh-Ogoh 1 i Papua
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat melepas Festival Ogoh-Ogoh di halaman upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Perayaan hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941, umat Hindu di Kabupaten Jayapura menggelar Festival Ogoh-Ogoh yang mengambil titik start di halaman upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, Rabu (6/3/2019).

Festival Ogoh-Ogoh dilepaskan secara resmi oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw. Dalam festival kali ini umat Hindu Kabupaten Jayapura yang diperkuat langsung oleh tiga pura, yaitu Pura Puja Dharma Distrik Nimbokrang, Pura Giri Ciklop Distrik Sentani, dan Pura Marganing Kamoksan Distrik Nimbokrang, membawa tiga patung sebagai simbol Bhuta Kala untuk membuang semua sifat-sifat jelek manusia.

Umat Hindu di Jayapura gelar Festival Ogoh-Ogoh 2 i Papua

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengapresiasi dan mengaku sangat bangga dengan kebersamaan serta inisiatif umat Hindu di wilayah yang dipimpinnya untuk secara bersama melaksanakan hari besar keagamaan.

Secara khusus untuk festival ogoh-ogoh yang dilakukan, kata Bupati Awoitauw, untuk tahun-tahun mendatang akan menjadi agenda kegiatan tahunan di bumi Khena Mbai Umbai.

“Pemerintah daerah mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan dalam angka perayaan hari Nyepi di Kabupaten Jayapura. Sebagai umat yang percaya, daerah ini sudah kita canangkan sebagai zona integritas kerukunan, oleh sebab itu penting bagi kita sebagai anak bangsa untuk menjaga kehidupan beragama dan berbangsa di daerah ini dengan baik. Bagi umat Hindu di Kabupaten Jayapura kami menyampikan selamat merayakan hari raya Nyepi tahun baru Saka 1941,” ujar Bupati Awoiatuw, di Sentani, Kamis (7/3/2019).

Sementara itu, Didik Widyaputra, ketua panitia kegiatan, mengatakan festival ogoh-ogoh dengan membawa tiga patung yang disebut sebagai Bhuta Kala.

Loading...
;

Menurutnya, Bhuta Kala adalah penyebab terjadinya ketidakstabilan dan keseimbangan antara Bhwuana Agung dan Bhwuana Alit yang dapat mengganggu kehidupan manusia dan alam semesta.

“Festival ogoh-ogoh ini merupakan rangkaian dari kegiatan hari raya Nyepi tahun baru Saka 1941. Secara simbolis tiga patung kami bawa untuk membuang semua sifat-sifat buruk yang ada pada diri manusia,termasuk di lingkungan rumah, perkantoran, serta alam ini. Pesan yang disampaikan dalam festival ini adalah dalam waktu dekat ini ada sejumlah iven besar yang akan dilaksanakan di daerah. Kita sama-sama harus menjaga dan mensukseskannya,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top