Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Uni Eropa serukan pasukan asing ditarik dari konflik Libya

Ilustrasi konflik – Jubi/pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Berlin, Jubi– Diplomat tinggi Uni Eropa mendesak semua pihak yang berkonflik di Libya segera menghentikan seluruh operasi militer dan agar terlibat secara konstruktif dalam negosiasi perdamaian.

Tercatat Rusia dikatakan memperkuat pasukan dengan pesawat tempur  ketika pesawat tak berawak Turki membantu mengusir pasukan Libya timur dari Tripoli bulan ini.  Hal itu meningkatkan pertaruhan dalam perang saudara yang telah memecah belah negara Afrika itu.

Uni Eropa serukan pasukan asing ditarik dari konflik Libya 1 i Papua

Beberapa minggu terakhir telah menandai titik balik dalam konflik yang kompleks antara dua koalisi, yang masing-masing didukung oleh berbagai negara asing yang agenda regionalnya membuat mereka tidak mau menghadapi kekalahan.

Berita terkait : Erdogan dan Trump bersepakat untuk sejumlah isu di Libya

Pertempuran kembali meletus di Ibu Kota Libya

Harga minyak dunia melonjak saat kilang di Libya ditutup

Loading...
;

Dalam pernyataan bersama dengan menteri luar negeri Jerman, Prancis dan Italia pada hari Selasa, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, menyerukan kepada pihak-pihak yang berkonflik di Libya untuk segera menyepakati gencatan senjata dan menarik semua pasukan asing, tentara bayaran dan peralatan militer.

Pernyataan bersama itu dikeluarkan seiring dengan peningkatan upaya diplomatik oleh Jerman untuk mendorong solusi politik bagi krisis Libya.

Pada Selasa (9/6/2020) kemarin, Kanselir Angela Merkel melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui sambungan telepon, Angela menyatakan keprihatinannya atas peningkatan pertempuran baru-baru ini di Libya.

Sehari sebelumnya Senin (8/6/2020), Merkel dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi  membahas situasi di Libya, yang dilanda konflik.

Merkel mengatakan kepada Sisi bahwa perundingan yang didukung oleh PBB harus tetap menjadi tujuan utama proses perdamaian di Libya. Di negara itu, Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional berperang dengan Tentara Nasional Libya pimpinan Jenderal Khalifa Haftar di timur. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top