Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

UNICEF sebut 2018 tahun paling mematikan bagi anak- anak Suriah

Tentara AS dengan anak di Afganistan
UNICEF sebut 2018 tahun paling mematikan bagi anak- anak Suriah 1 i Papua
Tentara AS dengan anak di Afganistan

Pada 2018 terdapat 1.106 anak-anak tewas dalam pertempuran, paling banyak dalam satu tahun sejak meletusnya perang.

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Istanbul, Jubi  – Badan PBB Urusan Anak-anak, UNICEF,  menyebutkan 2018 sebagai tahun mematikan bagi anak-anak di Suriah. Hal itu ditandai dengan tingginya angka kematian anak-anak di Suriah akibat perang saudara yang telah memasuki tahun kesembilan.

UNICEF sebut 2018 tahun paling mematikan bagi anak- anak Suriah 2 i Papua

“Anak-anak di banyak bagian negeri itu masih menghadapi sangat banyak bahaya seperti kapan saja selama konflik delapan tahun tersebut,” kata Direktur Pelaksana UNICEF, Henrietta Fore, dalam satu pernyataan, Senin (11/3/2019).

Baca juga : Penculik bebaskan anak-anak Kamerun

Ia menyebutkan pada 2018 terdapat 1.106 anak-anak tewas dalam pertempuran, jumlah itu paling banyak dalam satu tahun sejak meletusnya perang. “Ini baru jumlah yang bisa diabsahkan oleh PBB, yang berarti jumlah sesungguhnya mungkin jauh lebih banyak,” kata Fore, menambahkan.

Fore mengatakan 262 serangan dilancarkan terhadap lembaga pendidikan dan kesehatan pada 2018, yang ia gambarkan sebagai jumlah paling banyak. Hal itu menjadi keprihatinan mengenai situasi di Idlib di bagian barat-laut Suriah, tempat peningkatan kerusuhan dilaporkan telah menewaskan 59 anak kecil dalam beberapa pekan ini.

Loading...
;

“Anak-anak dan banyak keluarga di tanah tak bertuan terus hidup dalam ketidak-pastian. Situasi keluarga di Rukban, dekat perbatasan Jordania, terus menghadapi keputus-asaan, dengan akses terbatas ke makanan, air, tempat berteduh, perawatan kesehatan, dan pendidikan,” kata Fore menjelaskan.

Berita terkait : UNICEF Pasifik ingatkan peran vaksinasi bagi anak-anak

Ia mengaku khawatir dengan kondisi yang bertambah buruk di Kamp Al Hol di bagian timur-laut masuk Gubernuran Hasakeh yang saat ni menampung lebih dari 65.000 orang, termasuk sebanyak 240 anak tanpa pendamping atau yang terpisah dari keluarga mereka.

“Sejak Januari tahun ini, hampir 60 anak dilaporkan meninggal saat melakukan perjalanan sejauh 300 kilometer dari Baghouz di Suriah Timur menuju kamp itu,” katanya.

UNICEF mendesak negara anggota agar memikul tanggung-jawab untuk anak-anak yang kewarganegaraan mereka atau yang dilahirkan dalam kewarganegaraan dan melakukan tindakan untuk melindungi anak-anak menjadi tidak memiliki negara.

Badan PBB tersebut kembali menyampaikan seruan kepada semua pihak dalam konflik serta mereka yang memiliki pengaruh agar memprioritaskan perlindungan buat semua anak. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top