HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Upaya penyelundupan 1.187 burung digagalkan

Ilustrasi, burung langka asal Papua yang gagal diselundupkan – Jubi/Tempo.co

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bandarlampung, Jubi– Balai Karantina Pertanian Kelas I, Bandarlampung dan KSKP Pelabuhan Bakauheni serta lembaga swadaya Flight Protecting Indonesia Birds menggagalkan penyelundupan 1.187 burung kicau dari Pelabuhan Bakauheni. Rencananya burung itu akan dibawa ke Jakarta dan Bandung.

“Kami berhasil gagalkan penyelundupan burung pada Kamis malam tanggal 5 September 2019 pukul 23.00 WIB,” kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung, AA Oka Mantara, Jumat, (6/9/2019).

Baca juga : Inilah rahasia keindahan burung Mambruk

10 hal yang harus anda ketahui tentang burung Cenderawasih Trivia : Tahukah anda dengan 10 fakta burung Kasuari ini?

Burung yang digagalkan itu berasal dari Metro, Lampung, jenis cililin, ciblek, gelatik, burung madu, poksai, tengkek buto, dan pleci.

“Sebelumnya pada Rabu kemarin juga kami menyita sebanyak 300 burung yang akan diselundupkan dari Pekan Baru menuju Tanggerang melalui Pelabuhan Bakauheni,” kata Oka menambahkan.

Loading...
;

Balai Karantina Bandarlampung masih memeriksa tiga orang berinisial A , Dd serta  S sebagai pelaku yang akan menyelundupkan burung itu menggunakan bus umum.

Sedangkan ribuan burung akan diuji untuk memastikan dari bebas penyakit sebelum dilepasliarkan

“Akan melepasliarkan burung ini ke Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS),” Oka menjelaskan.

Ia menghimbau kepada semua pihak yang ingin melalui lintasan hewan atau tumbuhan dari suatu daerah menuju ke berbagai daerah lainnya harus memiliki dokumen yang diperlukan. Balai Karantina Pertanian akan menindak tegas dengan cara penyitaan dan pelepasliaran jika pembawa hewan maupun tumbuhan tidak memiliki dokumen yang diperlukan.

“Upaya penyitaan dan pelepasliaran burung ini merupakan komitmen kami dalam upaya perlindungan dan penyelamatan keanekaragaman hayati kita,” kata.

Manajer Kampanye Flight Protecting Indonesia’s Birds, Tania Hernandita, mengatakan saat ini burung liar Sumatera sedang mengalami status bahaya karena populasinya mulai berkurang untuk memenuhi permintaan besar dari pasar  burung terutama di Jawa.

“Perburuan dan upaya penyelundupan burung liar Sumatera menjadi marak. Burung-burung bahkan ditangkap dari kawasan lindung seperti Taman Nasional Kerinci Seblat dan TNBBS,” kata Tania.

Ia menyebutkan populasi burung liar Sumatera berkurang lebih dari satu juta ekor setiap tahunnya akibat perburuan ilegal.

Data yang ia sebutkan menunjukan sejak Januari 2018 hingga Agustus 2019 terdapat 45 kasus upaya penyelundupan yang berhasil digagalkan petugas di Pelabuhan Bakaheuni, Lampung dan Pelabuhan Merak, Banten dengan jumlah 39.600 burung yang disita.

“Burung burung tersebut disita saat hendak diselundupkan dari Sumatera ke Jawa,” katanya. (*)

Editor : Edi Fasiol

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top