Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Update  13 Juli: Alat PCR dalam perawatan, Papua hanya temukan 1 kasus baru

Infografis Covid Papua
Infografis perkembangan pandemi Covid-19 di Papua hingga 13 Juli 2020. – Jubi/Tim Satgas Covid-19 Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Alat uji reaksi rantai polimerase atau PCR di Kota Jayapura tengah dalam perawatan, sehingga pengujian swab terduga Covid-19 di Kota Jayapura dihentikan sementara pada Minggu. Kondisi itu membuat tim Satuan Tugas Covid-19 Papua pada Senin (13/7/2020) hanya mengkonfirmasi 1 kasus baru positif virus korona dari Kabupaten Jayawijaya. Dengan tambahan kasus baru itu, jumlah kasus positif korona di Papua bertambah menjadi 2.292 kasus.

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Papua, dr Silwanus Soemoele SpOG (K) menyatakan satu kasus baru yang terkonfirmasi pada Senin merupakan hasil pemeriksaan swab terduga Covid-19 dengan alat tes molekuler TCM penyakit TBC Rumah Sakit Umum Daerah Wamena. Alat TCM TBC itu telah dimodifikasi, sehingga dapat melakukan pemeriksaan dengan pendekatan reaksi rantai polimerase sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut Soemoele, mesin PCR di Kota Jayapura sedang tidak beroperasi, sehingga pengujian swab terduga Covid-19 di Kota Jayapura terhenti untuk sementara waktu. Ia mengingatkan tidak bertambahnya kasus baru positif korona di Kota Jayapura bukan indikasi bahwa wabah Covid-19 di Kota Jayapura mereda, namun karena pada Minggu pihaknya tidak bisa menjalankan tes PCR.

Baca juga: Bupati Jayapura: minim fasilitas, penanganan Covid 19 memuaskan

“Tambahan satu kasus ini kiranya tidak dilihat bahwa covid-19 telah mereda. [Kami hanya mengonfirmasi satu kasus] karena pemeriksaan dengan [PCR] di Laboratorium Balai Litbangkes Papua di Kota Jayapura tidak dilaksanakan, karena ada urusan maintenance [atau perawatan] alat,” kata Soemoele di Kota Jayapura, Senin (13/7/2020).

Pada Senin, tercatat ada penambahan Orang dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 21 orang, berasal dari Kabupaten Merauke (2 kasus), Jayawijaya (14 kasus), Biak (3 kasus), Boven Digoel (2 kasus), dan Kota Jayapura (1 kasus). Total ODP berjumlah 2.826 kasus.

Jumlah Pasien dalam Pengawasan bertambah sebanyak lima pasien, tersebar di Kota Jayapura (4 kasus) dan Kabupaten Yahukimo (1 kasus). Hingga Senin, total jumlah PDP mencapai 255 pasien.

Loading...
;

Selain itu, ada dua pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh pada Senin. Mereka berasal dari Kabupaten Jayapura (1 kasus), dan Waropen (1 kasus). Total kasus sembuh di seluruh Papua berjumlah 1.096 kasus.

Awasi kedatangan orang

Soemoele menyatakan Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Papua ke akan mengirim tim Kabupaten Lanny Jaya, untuk mendampingi penanganan pandemi Covid-19 di sana. Langkah itu diambil menyusul bertambahnya jumlah kasus positif korona di kawasan pegungan tengah Papua, khususnya di Lanny Jaya.

Soemoele menyatakan pihaknya juga akan mengawasi sejumlah fasilitas umum di Kota Jayapura. “Dengan meningkatnya kasus di Kota Jayapura, kami putuskan  tim Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP provinsi  bersama Satpol PP kota Jayapura akan melakukan inspeksi mendadak di sejumlah fasilitas umum,” kata Soemoele.

Selain itu, Satgas Covid-19 Papua juga akan memperketat persyaratan orang dari luar Papua yang ingin datang berkunjung ke Papua. Menurut Soemoele, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan telah memutuskan semua penumpang yang datang ke Papua wajib menjalani tes PCR. “Jika ditemukan ada warga non KTP Papua yang memasuki Papua tanpa menunjukkan [bukti] pemeriksaan, mereka akan kami isolasi. Semua biayanya harus ditanggung yang bersangkutan” katanya.

Baca juga: Merauke perpanjang masa pembelajaran jarak jauh

Jika pemeriksaan PCR menunjukkan orang dari luar itu positif terinfeksi korona, mereka harus menjalani diisolasi pada tempat yang telah ditetapkan, seperti di rumah sakit. Semua pembiayaan yang ditimbulkan juga menjadi tanggung jawab yang bersangkutan.

Soemoele menyatakan pihaknya juga tengah mempersiapkan pembukaan kegiatan belajar mengajar, khususnya di sejumlah kabupaten yang berstatus zona hijau Covid-19. “Keselamatan dan kesehatan anak didik menjadi hal yang utama. Kami ingin memastikan bahwa ketika proses belajar mengajar itu dimulai, maka semua protokol kesehatan harus dilaksanakan. Dinas Dinas Pendidikan Papua telah memberikan panduan menyangkut proses belajar mengajar tersebut,” ujarnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top