Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Update 28 Juli: Sejak pembatasan sosial dilonggarkan, ada 900 kasus baru di Papua

Papua pandemi Covid
Ilustrasi, pandemi Covid-19 di Papua – Jubi/Leon

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Selama masa pelonggaran Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat yang berlangsung sejak 4 Juli hingga 26 Juli lalu, Satuan Tugas Covid-19 Papua mengkonfirmasi 900 kasus baru positif korona dan 12 kasus kematian. Pada masa relaksasi itu, pandemi Covid-19 juga meluas ke Kabupaten Pegunungan Bintang dan Tolikara.

Hal itu dinyatakan Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Papua, dr Silwanus Soemoele SpOG (K) di Jayapura, Selasa (28/7/2020). Menurutnya, 900 kasus baru positif korona yang terkonfirmasi pada masa pelonggaran Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) tersebar di Kota Jayapura (676 kasus), Kabupaten Mimika (100 kasus), Kabupaten Jayapura (71 kasus), Jayawijaya (31 kasus), Keerom (13 kasus), dan Biak Numfor (9 kasus).

Pada masa pelonggaran itu, satu rumah sakit di Kota Jayapura kinerjanya menurun drastis, karena 54 tenaga medis dan paramedis di sana terinfeksi virus korona. “Selama periode tersebut, kita melakukan 10 ribu lebih pemeriksaan PCR dan TCM, dimana 90 persen pemeriksaan dilakukan oleh Litbangkes Papua,” jelasnya.

Update 28 Juli: Sejak pembatasan sosial dilonggarkan, ada 900 kasus baru di Papua 1 i Papua

Baca juga: Update 28 Juli: Satgas Covid-19 Papua pantau Merauke, Jayawijaya, dan Puncak

Menurutnya, pelonggaran tahap ketiga PSDD akan berakhir pada 31 Juli nanti. Ia mengatakan semua perkembangan yang terjadi pada masa pelonggaran PSDD itu akan dilaporkan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Papua.

“Aspek kesehatan, ekonomi ,sosial ini kita harus jaga. Bapak Jokowi pernah menyampaikan ini kita harus mengurus tiga aspek ini, sama dengan rem dengan gas. Mana yang kita harus gas, mana yang kita rem. Percayalah, pimpinan-pimpinan kita akan mempertimbangkan semua aspek-aspek tersebut,” katanya.

Soemoele menegaskan kewenangan untuk mengerem atau menegas tiga aspek itu telah dilimpahkan dari Pemerintah Provinsi Papua kepada pemerintah kabupaten/kota. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua hanya melakukan pendampingan secara selektif.

Loading...
;

Bahan tes PCR tiba pekan ini

Soemoele juga menyampaikan perkembangan terkait kosongnya 12 jenis bahan habis pakai tes PCR Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Papua. Menurutnya, Laboratorium Litbangkes Papua akan segera mendapat kiriman 12 jenis bahan habis pakai itu, sehingga bisa beroperasi secara normal pada Jumat (31/7/2020) atau Sabtu (1/8/2020) pekan ini.

“Kami sedang mengupayakan. Jika semua peralatan yang sudah datang itu sudah optimal, kita akan kerjakan. Maka pelayanan [Litbangkes Papua] akan kembali normal antara hari Jumat atau hari Sabtu nanti,” katanya.

Ia meminta doa dan dukungan dari pada seluruh masyarakat Papua agar Laboratorium Litbangkes Papua dapat segera beroperasi secara normal. Ia juga mengharapkan dukungan masyarakat Papua terhadap para petugas laboratorium maupun petugas kesehatan yang menangani pandemi Covid-19.

“Petugas kesehatan kita, petugas laboratorium kita, mereka adalah orang-orang yang sangat berisiko tertular penyakit ini. Mereka berada di lokasi yang virusnya ada di depan kita. Mereka mengurus orang-orang yang terinfeksi,” ujar Soemoele.

Ia meminta masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan, karena saat ini rumah sakit di Papua tidak bisa melaksanakan kegiatan yang optimal. “Kami memohon kepada seluruh masyarakat, penyakit ini tidak mainan, dan bukan pat pat gulipat dari pada petugas kesehatan. [Bahkan] petugas kesehatan sudah banyak yang terinfeksi,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top