HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Update 9 Juli: Ada 80 kasus baru, 60 kasus baru ditemukan di Kota Jayapura  

Infografis Covid Papua
Infografis perkembangan pandemi Covid-19 di Papua hingga 9 Juli 2020. – Jubi/Tim Satgas Covid-19 Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tim Satuan Tugas Covid-19 Papua pada Kamis (9/7/2020) mencatat penambahan 80 kasus baru positif korona, sehingga total kasus Covid-19 di Provinsi Papua bertambah menjadi 2.107 kasus. Lagi-lagi, penambahan kasus baru terbanyak terjadi di Kota Jayapura.

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Papua, dr Silwanus Soemoele SpOG (K) mengatakan kasus baru yang terkonfirmasi pada Kamis itu tersebar di Kota Jayapura (60 kasus), Kabupaten Mimika (15 kasus), Kabupaten Jayapura (3 kasus), Supiori (1 kasus), dan Jayawijaya (1 kasus). Ia menyatakan Pemerintah Kota Jayapura dan semua pihak yang menangani pandemi Covid-19 memperhatikan sungguh-sungguh laju pertambahan kasus baru Covid-19 di ibukota Provinsi Papua itu.

Ia juga meminta semua pemangku kepentingan penanganan wabah Covid-19 cepat mengambil tindakan atas kondisi Kota Jayapura yang menjadi episentrum penularan virus korona. “[Angka] 60 kasus [baru] itu bukan kaleng-kaleng. Harus segera dilakukan isolasi mandiri, atau karantina terpusat pada tempat-tempat yang sudah disiapkan pemerintah provinsi maupun pemerintah kota,” katanya.

Baca juga: Pandemi Covid-19, penerimaan siswa baru SMAN 1 Sentani tanpa batas zonasi

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua tetap akan memberikan dukungan untuk akomodasi pasien-yang berada di Hotel Sahid dan Gedung Diklat BPSDM Kotaraja. “Tanggal 17, karantina di hotel Sahid sudah akan berakhir. Selanjutnya pembiayaan dari provinsi Papua untuk penanganan di Hotel Sahid,” katanya.

Akan tetapi, Soemoele juga mengingatkan kesepakatan pertemuan Wakil Gubernur Papua dan para bupati dan walikota se-Papua. Pertemuan itu menyepakati bahwa Bupati dan Wali Kota bertanggung jawab sebagai pengendali dalam penanganan Covid 19 di wilayah masing-masing.

“Semua harus tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. [Ada] 10 rekomendasi yang dikeluarkan oleh BNPB pusat, harus dilaksanakan oleh teman-teman di kabupaten dan kota,” katanya.

Loading...
;

Baca juga: Dana penanggulangan Covid-19 hemat 50% di Merauke

Gugus Tugas Covid-19 Pusat memetakan Kota Jayapura sebagai “daerah merah” dengan risiko penularan virus korona tinggi. Hingga Kamis, jumlah kasus positif korona di Kota Jayapura telah mencapai 1.218 kasus, dan sebanyak 819 pasien masih menjalani perawatan. Jumlah kasus aktif itu telah melampaui kapasitas fasilitas kesehatan di Jayapura, namun Pemerintah Kota Jayapura tetap melonggarkan atau merelaksasi Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat.

Soemoele menjelaskan jika selama kurang lebih empat bulan terakhir, semua kebijakan dan semua koordinasi itu ditarik ke provinsi. Pada masa relaksasi, penentuan penerapan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat kepada pemerintah kabupaten dan kota.

“Namun dinamika di lapangan akan menjadi pertimbangan dari pimpinan daerah untuk mengambil langkah-langkah taktis. Kami yakin kabupaten kota mampu melakukan hal ini. Posisi provinsi melakukan pendampingan secara selektif,” katanya.

Baca juga: Penanganan limbah medis APD harus hati-hati

Ia menambahkan pemahaman selektif bisa diartikan bahwa jika dalam kondisi kondisi tertentu, ada perubahan yang sangat mendasar, Pemprov papua bisa jadi mengambil alih kebijakan seperti kondisi di awal. Namun Soemoele belum tegas menyatakan apa langkah yang akan dijalankan Pemerintah Provinsi Papua atas situasi pandemi Covid-19 di Kota Jayapura.

Pada Kamis, terdapat penambahan pasien sembuh sebanyak 20 orang. Mereka berasal dari Kota Jayapura (7 orang), Kabupaten Sarmi (1 orang), Mimika (4 orang), Kepulauan Yapen (1 orang), Jayawijaya (3 kasus), Lanny Jaya (1 orang), dan Kabupaten Jayapura (3 orang). Dengan penambahan itu, total jumlah pasien sembuh mencapai 1.063 orang, setara 50 persen dari total kasus.

Selain itu, terdapat pula tambahan Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 18 kasus, berasal dari Kota Jayapura (17 kasus), dan Kabupaten Mimika (1 kasus). Sementara jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) bertambah 24 orang, berasal dari Kabupaten Mimika (18 orang), Jayawijaya (2 kasus), Boven Digoel (1 kasus), dan Kota Jayapura (3 kasus).(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top