HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Usaha air bersih, mengais rejeki dan berbagi berkat

Dua pria yang sedang menunggu air pesanannya – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Banjir bandang yang menghantam Sentani, 16 Maret lalu, menyisakan masalah air bersih bagi masyarakat. Hingga satu setengah bulan pasca banjir bandang, warga Sentani dan sekitarnya masih kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Solusinya, warga harus membeli air.

Bagi pengusaha yang memiliki depot air bersih, kondisi seperti ini adalah berkat.

La Wiu ( 54 tahun), pria asal Buton, yang membuka usaha air di Kampung Toladan Sentani sejak satu tahun lalu, salah satu pengusaha yang merasakan berkat tersebut.

“Sebelum banjir bandang, yang datang isi air ke depot saya tidak terlalu banyak. Stok air paling banyak hanya tanki ukuran besar di depan itu dan yang di tandon hanya beberapa saja,” ucapnya, saat ditemui Jubi, Selasa (30/4/2019).

Kata La Wiu, sejak banjir bandang, mereka yang datang isi air sangat banyak, sampai dirinya susah menghitung dalam satu hari bisa menjual berapa tanki dan berapa tendon.

“Memang beda dengan sebelum banjir, sekarang yang datang ambil air banyak, bahkan dari Dinas Sosial, BNPB, dan ada masyarakat mereka satuan itu ulang-ulang,” jelasnya.

Loading...
;

Pria yang akrab disapa Bapa Rimba ini, menjelaskan berbicara soal pendapatan tentu beda dengan sebelumnya.

“Saya kalau mau bilang cari untung itu paling saya sudah untung banyak, dalam satu hari bisa lipat uang. Cuma saya pikir apa yang harus saya buat untuk saudara-saudara yang kena banjir ini, ya jadi air  ini kalau mereka datang minta saya kasih ambil saja. Bahkan dari dinas-dinas itu saya kasih saja gratis. Kalau yang ditandon itu Rp20 ribu dan tanki besar Rp30-50 ribu saja. Saya tidak cari untung lebih, cukup dengan apa yang ada. Sebelumnya saya dapat sehari Rp500 ribu itu sudah cukup. Saat ini paling sehari bisa Rp250 ribu,” jelasnya.

La Wiu berharap masyarakat yang mengungsi dari kejadian banjir bandang ini pulih kembali seperti biasa agar mereka dapat beraktivitas kembali.

“Saya berharap itu kembali pulih saja agar aktivitas kesibukan mereka itu kembali seperti semula, kalau begini terus sayang nanti akan ada banyak hal-hal tidak baik timbul seperti pencurian dan hal negatif lainnya,” katanya.

Hal lain di ampikan supir truk tanki, La Udin. Pria asal Buton ini mengatakan dari kejadian banjir bandang ini jumlah angkut air justru lebih.

“Dalam satu hari saja itu bisa angkut air sebanyak tujuh kali bahkan sampe malam juga ada telpon pesan air. Kita tetap antar, apalagi karena banjir ini kan air semua putus jadi mereka butuhkan air,” katanya.

“Tanki ukuran 500 liter saya jual seharga Rp170 ribu. Itu untuk isi ulang. Kalau dari rumah ke rumah harganya berbeda tergantung besaran tanki,” sambungnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top