Follow our news chanel

Usai pembunuhan Samuel Paty, giliran Wali Kota Prancis diancam akan dibunuh

Papua
Ilustrasi tindak kekerasan - Pixabay.com.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Seorang wali kota Prancis pada Jumat, (23/10/2020) mengaku telah menerima ancaman pemenggalan kepala. Ancaman itu selang satu pekan setelah kasus pemenggalan kepala guru sekolah Prancis Samuel Paty.

“Ancaman ini harus ditanggapi dengan serius,” Jeremie Breaud, wali kota Bron dekat kota besar Lyon di Prancis.

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin menyatakan dukungannya untuk Breaud di Twitter. Breaud mengunggah foto grafiti ke Twitter yang memperlihatkan dinding kota bertuliskan “Jeremy Breaud, kami akan memotong kepalamu”.

Berita terkait : Pemenggalan guru terkait karikatur Nabi, presiden Prancis tutup masjid 

Charlie Hebdo Katakan Tidak Akan Menggambar Nabi Lagi 

Pemenggalan guru, polisi Prancis buru kelompok ekstremis

Loading...
;

Polisi Prancis belum secara resmi mengomentari ancaman ini, tetapi RT melaporkan kepolisian sedang menyelidiki ancaman tersebut. Namun pada hari Rabu, (21/10/2020) seorang perempuan ditahan oleh polisi, setelah mengancam akan “meledakkan semuanya” di stasiun kereta Part-Dieu Lyon.

Tercatat samuel Paty, guru bahasa dan sejarah, dibunuh pada 16 Oktober pada siang hari di luar sekolahnya di pinggiran kota Paris oleh seorang anak berusia 18 tahun asal Chechnya. Polisi menembak mati penyerang.

Motif remaja itu membalas tindakan Samuel Paty yang menampilkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya untuk mengajarkan kebebasan berekspresi. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top