Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Uskup Mandagi keluarkan seruan terkait ancaman virus corona

Uskup Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, Msc – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Uskup Mandagi mengatakan kegiatan peribadatan, khususnya misa kudus tetap dirayakan di gereja sebagaimana biasa, kecuali mereka yang sakit.

Dalam sepekan terakhir masyarakat di Kabupaten Merauke mulai resah setelah seorang pasien terduga Covid-19 diisolasi dan menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke.

Untuk menyikapi merebaknya virus corona, Uskup Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, Msc mengeluarkan seruan sekaligus imbauan kepada umat Katolik di Selatan Papua yang meliputi Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.

Dari rilis yang diterima Jubi, Selasa 17 Maret 2020, Uskup Mandagi mengatakan kegiatan peribadatan, khususnya misa kudus tetap dirayakan di gereja sebagaimana biasa. Kecuali mereka yang sakit entah demam, sesak napas, batuk pilek, atau sakit tenggorokan, disarankan tetap tinggal di rumah sekaligus memeriksakan kesehatan di rumah sakit.

Sehubungan dengan air suci yang ada di pintu masuk gereja, tetap disediakan seperti biasa. Tetapi tidak ada kewajiban bagi umat menggunakannya seperti pada saat normal.

Begitu juga dengan ritual salam damai, tetap dilaksanakan sebagaimana biasa, asalkan masing-masing orang memastikan kebersihan tangannya. Atau umat melakukan dengan cara membungkukkan badan sambil menaruh kedua tangan di dada dalam sikap doa ataupun tak melakukan.

Loading...
;

Khusus pada penerimaan komuni kudus, sangat dianjurkan untuk diterima di tangan saja.

Sehubungan dengan penciuman Salib pada Jumat Agung nanti, dianjurkan untuk dilakukan, tetapi dengan cara umat berbaris dan membungkuk di depan Salib yang dipegang para misdinar, tanpa harus menciumnya.

Kepala TK Bernadetha-Merauke Sr. Claudia, PBHK mengatakan Selasa, 17 Maret 2020 pagi ratusan muridnya masih masuk sekolah. Namun setengah jam kemudian informasi dari yayasan maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke sampai agar kegiatan belajar-mengajar dihentikan.

“Setelah mendapatkan informasi demikian, saya langsung memberikan pengumuman kepada orangtua untuk datang mengambil anaknya, karena tak ada kegiatan belajar-mengajar,” katanya.

Selanjutnya, demikian Suster Claudia, anak-anak diliburkan hingga 31 Maret 2020 dan masuk kembali 1 April 2020.

Murid TK Bernadetha Merauke dipulangkan setelah pengumuman resmi dari pemerintah untuk meliburkan sekolah – Jubi/Frans L Kobun

Puluhan tenaga medis disiapkan

Wakil Bupati Merauke, Sularso, dalam pertemuan dengan sejumlah instansi pemerintah dan TNI/Polri Selasa pagi, mengatakan perlu mengambil tindakan untuk menanggulangi virus corona.

“Kalau kita melihat kondisi secara umum corona sudah menyebar di seluruh dunia, penyakit tersebut agak liar dan cepat berpindah kepada orang lain,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Wabup Sularso, tingkat kematian corona sangat kecil. Hanya saja pemikiran orang sudah terkontaminasi dengan berbagai informasi di media sosial, sehingga masyarakat menjadi resah dan panik.

Tentunya dengan berbagai informasi melalui medsos akan menimbulkan banyak dampak termasuk perekonomian. Di mana daya beli masyarakat menjadi turun. Semua orang juga panik dan tegang.

“Saya minta kita semua antisipasi dengan pencegahan serta langkah nyata yang perlu diambil, memang pintu masuk mulai dari pelabuhan, darat, dan udara serta perbatasan harus dijaga,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, jika ada warga Merauke terpapar virus corona, RSUD sudah mempersiapkan 47 tenaga medis. Mereka yang nantinya menangani lebih lanjut.

Selain itu, katanya, sejumlah ruangan khusus dipersiapkan. Apalagi RSUD Merauke adalah rumah sakit rujukan di Selatan Papua yang meliputi Kabupaten Boven Digoel, Mappi, dan Asmat.

“Jadi suka atau tidak suka, berbagai fasilitas harus dipersiapkan dari sekarang sehingga ketika ada pasien yang positif terjangkit virus corona segera ditangani,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut disepakati akan dibentuk tim gugus dan menyiapkan posko khusus untuk tim bekerja ketika mendapatkan informasi dari masyarakat, selain rutin memberikan perkembangan terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Saya berharap adanya masukan dalam pertemuan ini agar segera diambil langkah konkret untuk pencegahan, karena sudah ada laporan dari Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevil Muskita, kalau dua pasien sudah diisolasi karena terduga corona,” ujarnya.

Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Benjamin Latumahina, meminta berbagai fasilitas pendukung di rumah sakit tersebut disiapkan dengan baik.

“Memang sampai sekarang baru dua orang dinyatakan terduga corona, belum dipastikan apakah mereka positif atau tidak karena hasil sampel daranya baru dikirim tadi pagi ke Jakarta,” ujarnya.

Benjamin juga meminta masyarakat di Kabupaten Merauke untuk tidak khawatir secara berlebihan.

“Tetap tenang dan harus waspada selalu,” ujarnya. (*)

Editor: Syofiardi

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top