Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

USTJ berencana hidupkan pers mahasiswa

Suasana pelatihan jurnalistik di USTJ, Sabtu (9/3/2019) - Jubi/Agus Pabika
USTJ berencana hidupkan pers mahasiswa 1 i Papua
Suasana pelatihan jurnalistik di USTJ, Sabtu (9/3/2019) – Jubi/Agus Pabika

Papua No. 1 News Portal | Jubi

PASCA pelatihan jurnalistik akhir pekan lalu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) siap menggiatkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers dengan membuat buletin kampus, sebab pers kampus mati suri sejak beberapa tahun terakhir.

Presiden Mahasiswa (Presma) USTJ, Alexander Gobay, kepada Jubi di Jayapura, Minggu, 10 Maret 2019, mengatakan buletin kampus akan dimantapkan usai praraker (rapat kerja) BEM pertengahan Maret 2019.

USTJ berencana hidupkan pers mahasiswa 2 i Papua

“Kami ke depan berupaya menggiatkan UKM Pers,” kata Gobay.

Gobay mengaku telah menggelar pelatihan jurnalistik dengan memfasilitasi mahasiswa lainnya dan pemuda Papua di Kota Jayapura. Kegiatan bertema “Bersinergi Membangun Generasi Kritis” dan dihadiri 27 peserta ini menghadirkan pemateri jurnalis Koran Jubi dan www.jubi.co.id, Hengky Yeimo.

Gobay, yang juga mantan ketua UKM Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) USTJ ini menilai, pers kampus merupakan sarana bagi mahasiswa Papua, untuk mengembangkan diri dan belajar berdemokrasi melalui pers. Ini mengingat pers merupakan pilar keeempat dalam demokrasi selain eksekutif, yudikatif, dan legislatif.

Sedangkan salah satu peserta ketika diwawancarai Jubi, Sabtu, 9 Maret 2019, Finsen Jigibalom, menilai pelatihan jurnalistik penting untuk mengembangkan daya kritis mahasiswa. Oleh karena itu, dia mengharapkan agar pelatihan serupa digelar secara rutin.

Loading...
;

“Ilmu jurnalistik perlu dikembangkan di kalangan mahasiswa, apalagi jumlah orang asli Papua yang menjadi penulis sangat sedikit. Pelatihan jurnalistik bagi mahasiswa bisa meningkatkan minat mahasiswa untuk menulis, baik menulis berita, opini, ataupun artikel. Saya ingin ada lebih banyak anak Papua yang menulis buku atau menjadi wartawan.”

Lain halnya dengan pemateri, Hengky Yeimo. Yeimo berpendapat bahwa Papua membutuhkan lebih banyak penulis muda yang mampu menulis masalah budaya, ekonomi, maupun peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Perguruan tinggi lainnya bahkan diharapkan agar melakukan pelatihan jurnalistik bagi para mahasiswanya.

Menteri Hubungan Informasi Kampus BEM USTJ, Yulius Nawipa, mengatakan meski pelatihan jurnalistik baru dilakukan, pihaknya tetap berupaya menghidupkan dan mendorong mahasiswa Papua di USTJ untuk menulis.

Dia bahkan berencana membuat website  untuk menyebarkan informasi seputar kampus yang dikelola oleh UKM Pers sendiri.

Karl Karolus Wagab Meak, pengurus BEM periode 2011-2013, memberi apresiasi apa yang dilakukan pengurus BEM USTJ. Dia mengharapkan agar kegiatan ini menjadi pijakan untuk menghidupkan kembali UKM Pers mahasiswa, yang akan menjadi corong untuk menyuarakan kreativitas dan aspirasinya.

“Jika sudah ada UKM Pers, tradisi menulis dan membaca dengan sendirinya meningkat karena sudah tersedia ruangnya. Sekali lagi selamat, dan mari selalu menghidupi nafas Pram di tengah kampus dengan mengingat kembali pesannya: ‘Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan dari sejarah,”, kata Karl. (*)

Editor: Angela Flassy

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top