Follow our news chanel

Previous
Next

UU keamanan nasional Hong Kong, Medsos ini memilih berhenti beroperasi

Ilustrasi, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Undang-undang Keamanan Nasional Hong Kong membuat sejumlah perusahaan teknologi dan platform digital mulai malas beroperasi di sana. Selain Facebook salah satu yang memutuskan akan keluar dari pasar Hong Kong adalah TikTok.

“Menindaklanjuti peristiwa yang baru-baru ini terjadi, kami memutuskan untuk menghentikan operasi TikTok di Hong Kong,” ujar ByteDance, pengembang TikTok, dikutip dari kantor berita Reuters, Selasa, (7/7/2020).

Baca juga : China takkan biarkan asing intervensi Hong Kong dan Macau

Inggris desak China berdialog dengan demonstran Hong Kong

China ingatkan pembalasan AS atas UU mendukung pemrotes Hong Kong

ByteDance menyatakan data-data penggunaan TikTok sebelumnya tidak tersimpan di Cina. Meski  operasional di Hong Kong telah dihentikan, namun tidak ada data penggunaan yang dipegang oleh Cina.

Loading...
;

Belum diketahui kapan secara resmi TikTok kleuar dari pasar Hong Kong. ByteDance hanya menyampaikan bahwa TikTok akan tidak aktif di Hong Kong dalam hitungan hari.

Selain TikTok, Facebok memberi sinyal akan melakukan langkah serupa. Reuters menulis mereka telah menolak permintaan pemerintah setempat untuk membagikan data pengguna.

Sejak UU Keamanan Nasional Hong Kong disahkan, pemerintah Hong Kong maupun Cina mulai giat mengontrol hal-hal yang berkaitan dengan gerakan anti-pemerintah.

Beberapa hal di antaranya mulai dari melarang slogan ‘Bebaskan Hong Kong’ hingga mengambil sampel DNA dari para aktivis demokrasi.

Hal tersebut membuat sejumlah warga dan aktivis khawatir UU Keamanan Nasional Hong Kong akan disalahgunakan oleh pemerintah untuk membungkam kebebasan berpendapat. Apalagi, definisi pelanggaran di aturan tersebut dibuat terbuka untuk mempermudah pengusutan.

Cina dan Hong Kong mengklaim undang-undang tersebut hanya akan dipakai untuk menangani hal-hal yang berkaitan dengan terorisme, subversi, pemisahan diri, dan intervensi asing. (*)
Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top