Follow our news chanel

Previous
Next

UU Omnibus Law hapus kewajiban 30 persen kawasan hutan

Hutan di Bovel Digoel tahun 2017 - Jubi/geckoproject.id/Nanang Sujana

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Kewajiban mempertahankan minimal 30 persen kawasan hutan dalam UU Kehutanan dicoret lewat UU Omnibus Law Cipta Kerja. Maklumat yang ditetapkan langsung sebelumnya oleh mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie setelah reformasi itu kini dihapus dalam Omnibus Law yang diusulkan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Dalam Omnibus Law, angka 30 persen hilang dan pengaturan diserahkan kepada pemerintah pusat di tingkat yang lebih rendah dari UU, yaitu Peraturan Pemerintah (PP).

“Pemerintah pusat mengatur luas kawasan yang harus dipertahankan sesuai kondisi fisik dan geografis DAS (Daerah Aliran Sungai) dan/atau pulau,” tulis Pasal 36 Omnibus Law.

Baca juga : Omnibus Law menghancurkan masa depan manusia dan Tanah Papua

Omnibus Law menghancurkan Papua

Atas nama pembangunan, masyarakat adat Suku Arfak selalu jadi korban

Loading...
;

Pertimbangan kewajiban 30 persen kawasan hutan itu mengacu Indonesia sebagai negara dengan intensitas hujan yang tinggi, peka akan gangguan keseimbangan tata air seperti banjir, hingga sedimentasi. Maka, ditetapkanlah luas kawasan hutan dalam setiap DAS dan/atau pulau, minimal 30 persen dari luas daratan.

Tidak sampai di situ, UU Kehutanan memerintahkan pemerintah menetapkan luas kawasan hutan di daerah berdasarkan sejumlah pertimbangan. Mulai dari kondisi fisik, iklim, penduduk, dan keadaan warga setempat.

Dengan pertimbangan itu, pemerintah juga tidak boleh secara bebas mengurangi luas kawasan hutan, sekalipun di daerah yang memang hutannya sudah di atas 30 persen. “Luas minimal tidak boleh dijadikan dalih untuk mengkonversi hutan yang ada,” tulis penegasan di UU Kehutanan.

Kalimat ditulis di UU Kehutanan itu sebagai peringatan kewaspadaan pentingnya hutan bagi kualitas hidup masyarakat. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top