Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

gubernur-papua-barat
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dan unsur pimpinan daerah menjemput 7.160 vaksin di Bandara Rendani Manokwari - Jubi/Hans Arnold Kapisa

Vaksin Covid-19 untuk Papua Barat tiba di Manokwari

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Vaksin Covid-19 untuk Provinsi Papua Barat dari Kementerian Kesehatan telah tiba di Manokwari pada Selasa (5/1/20210).

“Total ada 7.160 dosis vaksin yang kita terima. Kita belum bisa gunakan, kita simpan dulu di gudang farmasi Dinas Kesehatan. Setelah semua persiapan siap vaksinasi akan kita laksanakan,” kata Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, saat menjemput kedatangan vaksin di Bandara Rendani Manokwari, Selasa (5/1/2021).

Mandacan menjelaskan sesuai petunjuk pemerintah pusat tenaga kesehatan akan menjadi prioritas dalam vaksinasi Covid-19. Di Papua Barat vaksinasi pun akan diprioritaskan untuk daerah-daerah yang memiliki angka penularan tinggi.

“Vaksin yang kita terima ini masih terbatas, baru 7.160 dosis. Sedangkan untuk tenaga kesehatan yang telah terdaftar mencapai 9.000 lebih,” katanya.

Untuk itu vaksinasi akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan yang melayani pasien Covid-19. Jika masih mencukupi vaksinasi juga akan dilakukan bagi petugas yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Dominggus berharap vaksinasi ini memberi dampak positif terhadap upaya pemerintah dalam menekan laju penularan virus korona.

“Tapi sekali lagi, jumlah dosis yang kota terima belum banyak. Setidaknya tenaga kesehatan kita terlindungi, dengan vaksinasi tubuh mereka akan kebal dari penularan virus korona,” katanya.

Loading...
;

Baca juga: Nakes berkomorbid di Papua Barat tak wajib terima vaksin Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan, pada kesempatan yang sama meyakinkan bahwa masyarakat tak perlu khawatir terhadap keamanan vaksin produksi Sinovac tersebut.

Ia menjelaskan vaksin ini sudah melalui uji klinis ketiga.

“Sehingga sudah bisa didistribusikan ke daerah. Vaksin ini cukup aman,” ucap Otto Parorangan. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top