Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-vaksin-covid19
Suasana rapat koordinasi persiapan vaksin covid 19 di Papua - Jubi/Alex

Vaksinasi perdana di Papua akan dilakukan pekan depan

 

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua akan melaksanakan vaksinasi perdana pada 15 Januari 2021, terhadap 10 orang relawan keterwakilan dari pejabat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tenaga kesehatan, TNI dan Polri.

Hal ini sebagaimana hasil rapat koordinasi kesiapan peluncuran vaksinasi Covid-19 yang digelar Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua di Swisbell Hotel Jayapura, Jumat (8/1/2021).

Ketua Harian Satgas Covid-19 Papua, Welliam R Manderi mengatakan, vaksinasi akan dilakukan terhadap orang yang benar-benar sehat dan tidak ada komorbid atau penyakit penyerta.

“Ini penting supaya begitu divaksinasi tidak ada masalah di kemudian hari. Nanti malah membuat masyarakat tidak mau divaksinasi Covid-19,” katanya.

Usai 10 orang, vaksin berikutnya akan dilakukan bagi tenaga kesehatan, TNI/Polri, pejabat publik. Selanjutnya secara bertahap diberikan bagi masyarakat umum atau yang berusia di atas 60 tahun.

“Intinya, vaksinasi ini untuk keselamatan orang banyak, sehingga semua orang bisa terhindar dari virus Covid-19,”.
“Untuk itu, semua orang harus bersedia divaksinasi Covid-19. Sebab, ini bukan hak tapi merupakan kewajiban,” ujarnya dengan nada tegas.

Loading...
;

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Papua, Musa’ad menilai yang dibutuhkan saat ini adalah kepercayaan masyarakat.

“Jadi kita punya tugas bersama semua komponen terkait, memberikan keyakinan kepada masyarakat, vaksin ini tidak punya efek membahayakan, kalau efek vaksin yang lain itu sudah biasa, jangankan vaksin campak tapi vaksin lain juga ada efeknya,” katanya.

Untuk itu, dirinya meminta masyarakat tidak termakan isu yang marak di media sosial dampak vaksin Covid 19 yang sangat membahayakan.

“Sesuai penjelasan pakar, dipastikan tidak akan terjadi apa-apa. Walapun ada tapi kasuistis 1 atau 2 orang dan vaksin campak juga bagitu,” tutupnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Scroll to Top