Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Vanuatu perdebatkan hukuman mati

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi – Menyusul kasus pemerkosaan dan pembunuhan brutal terhadap seorang anak berusia enam tahun dari Tanna minggu lalu, pamannya, Tom Iaruel, menuntut agar pelaku diberi hukuman mati. Permintaan itu didukung anggota keluarga lainnya.

Permintaan untuk melegalkan hukuman mati, kepada semua pelaku yang didakwa atas tuduhan pemerkosaan dan pembunuh di Vanuatu itu, dituturkan oleh seorang paman yang kecewa dan frustrasi atas pemerkosaan keponakannya oleh sejumlah ‘monster’.

“Kita ingin agar pemerintah mengubah hukuman ini. Pemerintah harus memperkenalkan hukuman mati,” katanya.

Menteri Pertanahan, Alfred Maoh, berkomentar dalam perdebatan mengenai hukuman ekstrem itu dengan menentangnya, dan menyatakan hukuman mati itu bertentangan dengan Konstitusi Vanuatu.

“Hal itu bertentangan dengan prinsip utama kekristenan dan konstitusi kita juga tidak membenarkannya.”

Berlawanan dengan pandangan Menteri Maoh, Anggota Parlemen Francois Chani menjelaskan pelaku kejahatan seperti itu adalah ‘monster’ yang ‘sudah tidak layak untuk menikmati hidup’.

Loading...
;

“Setelah monster ini melakukan sesuatu yang sangat mengerikan terhadap seorang gadis berusia enam tahun, yang masih dalam perawatan penuh orangtuanya. Maka monster ini sudah tidak layak untuk hidup dan tidak memiliki hak untuk hidup di atas bumi ini.”

Sementara Direktur Umum Dewan Perempuan Nasional Vanuatu, Leias Cullwick, membela pandangan bahwa negara perlu memberlakukan hukuman mati, demi keselamatan anak-anak. (Daily Post Vanuatu)

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top