Follow our news chanel

Volume sampah di Kota Jayapura terus bertambah, bank sampah bisa jadi solusi

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Simon P Koirewoa. - Jubi/Ramah
Volume sampah di Kota Jayapura terus bertambah, bank sampah bisa jadi solusi 1 i Papua
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Simon P Koirewoa. – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Volume sampah warga Kota Jayapura, Papua, bertambah dari 292 ton per hari pada tahun 2017 menjadi 313 ton per hari pada April 2019. Partisipasi warga untuk  mengelola sampah dengan bank sampah diharapkan bisa mengurangi beban Tempat Pembungan Akhir Koya Koso.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura, Simon P Koirewoa menyatakan volume sampah rumah tangga, sampah umum, dan sampah perusahaan di Kota Jayapura telah mencapai 313 ton per hari. Jumlah sampah itu naik dibandingkan tahun sebelumnya, karena jumlah penduduk Kota Jayapura.

“Tahun 2017, volume sampah Kota Jayapura adalah 292 ton per hari. Pada tahun 2018 volume sampah Kota Jayapura bertambah menjadi 302 ton per hari, dan saat ini sudah mencapai angka 313 ton per hari. Pertambahan volume sampah itu disebabkan bertambahnya jumlah penduduk,” kata Koirewoa di Jayapura, Selasa (30/4/2019).

Koirewoa menyatakan setiap harinya DLHK Kota Jayapura mengangkut 149 ton sampah ke Tempat Pembungan Akhir (TPA) Koya Koso. Meski kapasitas DLHK mengangkut sampah ke TPA meningkat sekitar 5 persen per tahun, hingga kini volume sampah yang terangkut baru mencapai 47 persen dari total volume sampah harian Kota Jayapura.

Koirewoa mengakui pengelolaan dan penanganan persampahan di Kota Jayapura masih mengalami sejumlah kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana dibandingkan pertambahan volume sampah, keterbatasan tenaga kerja, dan keterbatasan anggaran. Selain itu, Koirewoa juga menyebut bahwa kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi sampah di lingkungan masing-masing masih kurang.

“Karena itu, kami gencar melakukan pelayanan, pengembangan, pendanaan, serta mengajak peran serta masyarakat dan swasta agar terlibat menjaga kebersihan Kota Jayapura. Kami mengharapkan warga Kota Jayapura mau aktif memilih dan memilah sampah, dengan mengelola bank sampah. Itu bisa mengurangi beban kerja DLHK mengangkut sampah, dan mengurangi beban TPA Koya Koso,” kata Koirewoa.

Loading...
;

Ia menyatakan pengelolaan dan penanganan persampahan yang baik akan memberikan manfaat ekonomi bagi para warga. “Kami mengajak masyarakat untuk memilih dan memilah sampah yang bisa didaur ulang. Sampah seperti botol plastik, karton, aluminium, dan kertas yang bisa manfaatkan (atau dijual melalui bank sampah),” kata Koirewoa.

Kepala Seksi Penanganan Pengurangan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Frengky Nelson Numbery menyatakan pemberdayaan masyarakat untuk mengelola dan menangani sampah di setiap permukiman akan menjadi kunci memenuhi target Kota Jayapura bebas sampah pada tahun 2025. Numbery menegaskan, para warga dapat turun berperan serta mengelola sampah dengan menjalankan bank sampah di lingkungan tempat tinggalnya.

“Misalnya masyarakat melakukan penyimpanan dan pengumpulan sampah secara mandiri. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat agar masyarakat mampu secara mandiri mengelola sampah. Masyarakat tidak hanya mengolah, menimbang, dan mencatat sampah, (menjualnya melalui bank sampah),” kata Numbery.

Menurut Numbery, ada 14 jenis sampah yang bisa dikelola bank sampah agar bernilai ekonomis. “Total 14 jenis sampah yang dikumpulkam dalam seminggu  dari unit bank sampah. Dalam seminggu bisa 200 sampai 500 kilo,” tutur Numbery. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top