Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Wabah campak diduga sampai di Samoa

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan, Leausa Dr. Take Naseri menegaskan bahwa Kementeriannya sedang mengambil semua upaya pencegahan yang dapat mereka lakukan, untuk melindungi negara itu dari wabah campak. - Samoa Observer
Wabah campak diduga sampai di Samoa 1 i Papua
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan, Leausa Dr. Take Naseri menegaskan bahwa Kementeriannya sedang mengambil semua upaya pencegahan yang dapat mereka lakukan, untuk melindungi negara itu dari wabah campak. – Samoa Observer

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Apia, Jubi – Tes lebih lanjut sedang dilakukan di Australia, untuk memastikan diagnosis satu kasus campak di Samoa.

Hal ini dibenarkan oleh Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan, Leausa Dr. Take Naseri, Selasa kemarin (8/10/2019), seraya menjelaskan bahwa, jumlah total, sudah 38 sampel dugaan kasus campak yang telah dikirimkan untuk dites di Melbourne, Australia. Sebagian besar kasus yang diduga adalah anak-anak di bawah usia empat tahun, dan sebagian besar berasal dari daerah perkotaan.

“Kita telah mengirim lebih dari 25 sampel minggu lalu, dan 13 sampel minggu ini, ini semua masih dugaan saja,” tuturnya. “Sejauh ini, ada satu kasus yang sudah dikonfirmasi, namun kita perlu konfirmasi ulang berdasarkan tes, akibat kontak, pasien ini adalah orang dewasa. Kontaknya dilakukan dari seseorang asal Selandia Baru yang datang selama 3-5 hari dan sudah pergi, tetapi kita masih melakukan banyak tindakan-tindakan pencegahan.”

Leausa menegaskan bahwa Kementeriannya sedang mengambil semua upaya pencegahan yang dapat mereka lakukan, untuk melindungi negara itu dari wabah campak.

“Lebih baik untuk bersiap-siap. Jadi kita bekerja sama dengan otoritas kontrol perbatasan dan petugas-petugas kesehatan, jika ada orang yang membawa virus campak saat ini, kita sebaiknya menghentikannya di sana, sebisa mungkin. Jika virus ini sampai ke tengah-tengah pulau ini dan populasi kita, maka ia akan menyebar dengan cepat.”

Terakhir kali terjadi wabah campak di Samoa adalah pada 1985, menurut Direktur Jenderal Dr. Naseri. Namun dia tidak bisa memastikan apakah ada korban meninggal dunia.

Loading...
;

Sementara itu, orang tua di Samoa diberikan peringatan untuk mewaspadai gejala virus ini termasuk, demam, batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, dan radang mata.

Cara termudah untuk penularan virus itu adalah melalui kontak dekat, terutama ketika seseorang yang terinfeksi bersin.

Ia juga menggunakan kesempatan itu untuk mendorong orang-orang tua untuk membawa anak-anak mereka diimunisasi, agar mereka tetap aman dan tidak terlalu rentan terhadap virus itu, terutama jika mereka berencana untuk bepergian ke luar negeri, khususnya ke Auckland, Selandia Baru. Orang tua juga disarankan untuk membatalkan rencana perjalanan mereka ke luar negeri untuk sementara.

Pekerja musiman juga telah dipertimbangkan oleh Kementerian, mereka telah meminta Organisasi Kesehatan Dunia untuk menyediakan obat bagi para pekerja, agar dapat meningkatkan kekebalan mereka terhadap virus sementara mereka berada di Selandia Baru untuk bekerja. (Samoa Observer)


Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top