Follow our news chanel

Wabah corona, Napi di Ekuador dapat tugas produksi peti mati

Ilustrasi, pixabay.com
Wabah corona, Napi di Ekuador dapat tugas produksi peti mati 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Permintaan peti mati sangat tinggi di Guayaquil, sebuah kota terbesar di negara itu dan pusat dari salah satu wabah terburuk virus corona di Amerika Latin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Quito, Jubi– Ratusan tahanan di Ekuador mulai membuat peti mati membantu menutup kekurangan untuk mengubur korban corona atau Covid-19. Tercatat permintaan peti mati sangat tinggi di Guayaquil, sebuah kota terbesar di negara itu dan pusat dari salah satu wabah terburuk virus corona di Amerika Latin.

Para tahanan di Ambato, sebuah kota di selatan Ibu Kota Quito, menggunakan kayu yang disita oleh otoritas lingkungan sebagai bagian dari upaya antideforestasi untuk membuat peti mati, yang mereka rencanakan akan mulai dikirim minggu depan ke Provinsi Guayas di Ekuador selatan. Tempat  lokasi sekitar 68 persen dari total kasus virus dan tempat Kota Guayaquil berada.

“Kementerian Lingkungan Hidup menyumbangkan kayu sitaan, yang akan digunakan untuk tujuan lain demi tujuan mulia yakni memberikan peti mati kayu kepada keluarga yang kehilangan orang yang dicintai,” kata Menteri Lingkungan Hidup, Juan DeHowitt dalam sebuah pernyataan.

Baca jugaTekan penularan corona Iran bebaskan sementara 85 ribu Napi

Ribuan Napi di Brazil kabur sebelum penutupan wilayah akibat corona

Loading...
;

Perangi corona, klub sepak bola Brazil tawarkan stadion untuk rumah sakit

Negara Andean itu telah mengonfirmasi 4.965 kasus virus corona, dengan 272 orang meninggal. Sekitar 284 orang lainnya juga diduga meninggal tertular penyakit ini.

Wabah itu telah menyebabkan kekurangan pasokan peti mati kayu di Guayaquil. Akibat kelangkaan beberapa keluarga terpaksa memakamkan kerabat mereka dalam kotak kardus yang disumbangkan ke pemakaman oleh berbagai perusahaan swasta. Beberapa keluarga telah melaporkan lonjakan biaya untuk peti mati dan layanan pemakaman di kota.

Presiden Lenin Moreno telah memperingatkan bahwa jumlah kematian akibat virus corona di Provinsi Guayas dapat meningkat hingga 3.500.

Pihak berwenang telah membuat pemakaman umum darurat. Menteri Dalam Negeri Maria Paula Romo mengatakan pada Kamis (9/4/2020) bahwa pemerintah akan mulai mengatur harga layanan pemakaman.

Di toko pertukangan di pusat penahanan, para tahanan akan membuat peti mati secara manual menggunakan 734 meter kubik kayu yang disita selama berbagai operasi penegakan hukum sebelum wabah dimulai. Selama ini belum ada kasus virus corona yang dilaporkan muncul di penjara-penjara di negara itu, yang diisi 39 ribu tahanan. Sedangan kunjungan dibatasi untuk menghindari wabah. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top