Wabah virus Korona di China selama akhir pekan mencapai 139 kasus

Ilustrasi layanan medis, pixabay.com
Wabah virus Korona di China selama akhir pekan mencapai 139 kasus 1 i Papua
Ilustrasi layanan medis, pixabay.com

Sekitar 170 orang masih dirawat di rumah sakit, sementara 25 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Shanghai, Jubi – Wabah virus korona di China menyebar ke sejumlah kota lainnya, otoritas China menyebutkan saat ini mencapai 139 penemuan kasus baru pneumonia selama akhir pekan, termasuk kematian ketiga.

Komisi kesehatan Daxing di ibu kota Beijing mengatakan telah mengonfirmasi dua kasus virus korona, sementara komisi kesehatan provinsi Guangdong selatan mengonfirmasi satu kasus di Shenzhen.

Kasus baru, pertama di China dan di luar Kota Wuhan, tempat virus pertama kali dilaporkan, muncul ketika negara tersebut bersiap menyambut liburan Tahun Baru Imlek pada akhir pekan ini, dengan ratusan juta warga China bepergian ke dalam dan luar negeri.

Baca juga : Pria Jepang terinfeksi virus korona usai kunjungi China

Jamaah Calhaj Diminta Waspadai Virus MERS

Loading...
;

Cegah MERS, Kemenag Imbau Calhaj Jauhi Unta

Komisi Kesehatan Kota Wuhan mengatakan melalui pernyataan bahwa 136 kasus baru virus korona ditemukan di kota tersebut pada Sabtu dan Minggu.

Hingga Minggu sore, total 198 kasus telah dilaporkan di Wuhan, termasuk tiga kematian. Sekitar 170 orang masih dirawat di rumah sakit, sementara 25 orang lainnya dinyatakan sembuh. Pernyataan itu tidak memberikan informasi lebih lanjut soal jumlah keseluruhan korban tewas.

Selain China, dua kasus virus korona juga dilaporkan di Thailand dan satu laporan lagi di Jepang, semuanya melibatkan orang-orang yang berasal dari Wuhan atau yang baru saja mengunjungi kota tersebut.

Beijing pada Minggu menyebutkan akan meningkatkan upaya untuk membendung wabah virus korona, saat otoritas kesehatan di seluruh dunia sedang berupaya mencegah penyebaran virus tersebut.

Virus baru itu memiliki kesamaan keluarga dari virus korona yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan berat (SARS), yang menewaskan hampir 800 orang di seluruh dunia selama periode wabah 2002-2003 yang juga bermula di China.

Sejumlah pakar menyebutkan virus baru itu mungkin tidak mematikan seperti SARS, namun masih sedikit yang diketahui soal itu termasuk asal mula dan seberapa mudah dapat menular sesama manusia. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top