HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Wabup Jayawijaya sebut tak ada rapelan biaya studi akhir

Ilustrasi kompleks Kantor Bupati Jayawijaya. -Jubi/Anyong

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Wakil Bupati (Wabup) Jayawijaya, Provinsi Papua, Marthin Yogobi memastikan tidak ada sistem rapelan biaya studi akhir bagi mahasiswa yang dua tahun lalu tidak dibayarkan.

Marthin Yogobi mengatakan 81 mahasiswa dan mahasiswi asal Jayawijaya tidak menerima bantuan studi akhir pada 2018 dan 2019, sebab tidak melengkapi syarat pencairan dana bantuan itu.

“Kemarin ada anggapan bahwa apabila tidak dibayarkan pada 2018 dan 2019 maka akan dirapel di tahun berikutnya. Ini pemahaman yang keliru. Namanya bantuan studi akhir bagi mahasiswa reguler itu sekali dibantu pada saat sudah diakhir semester. Jadi tidak ada rapelan,” terangnya, di Wamena, Selasa (21/1/2020).

Sebelumnya mahasiswa memasukkan data bahwa sebanyak 96 mahasiswa akhir studi yang belum menerima bantuan studi akhir. Tetapi setelah dilakukan verifikasi antara mahasiswa dan pemkab, hanya 81 orang yang belum menerima.

Pemerintah telah mengimbau 81 mahasiswa dan mahasiswi tersebut untuk melengkapi persyaratan yang diminta, misalnya kartu mahasiswa yang aktif, surat aktif kuliah, KRS, KTP, rekening bank, dan kartu keluarga agar bisa menerima biaya studi akhir pada tahun anggaran 2020.

“Ternyata 81 orang ini belum melengkapi semua persyaratan itu. Tadi saya ke BKD tunggu mereka untuk melengkapi berkas tetapi mereka tidak datang,” ujarnya.

Loading...
;

Marthin mengatakan jumlah bantuan studi akhir disesuaikan dengan disiplin ilmu yang ditekuni mahasiswa dan besaran bantuan berkisar antara Rp 6 juta hingga Rp 16 juta per orang.

“Paling rendah Rp 6 juta bahkan ada yang sampai Rp 16 juta. Di kabupaten/kota lain mereka menggunakan standar indeks prestasi (IP). Kalau IP rendah pasti tidak dapat bantuan, tetapi kita di Jayawijaya tidak menjadikan IP sebagai syarat untuk memberikan bantuan. Itu kebijakan pemerintah supaya kualitas adik-adik bisa terisi secara baik,” jelasnya.

Baca juga  Lima tim ramaikan Lipesia zona Papua

Marthin mengimbau mahasiswa Jayawijaya kuliah dengan baik, sebab bantuan pemerintah untuk biaya akhir studi tidak akan berulang.

“Kemarin ada satu orang yang mengubah KTP, itu KTP Kabupaten lain yang dia scan, tetapi lupa hapus tanda tangan kepala dinas sehingga kita tahu bahwa dia bertujuan memanfaatkan untuk tujuan tidak benar,” terangnya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa